Pengawasan Khusus, Kelakuan Tujuh Napi Narkoba Diwanti-wanti

Ketut Akbar Herry Achjar. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Tujuh narapidana Lapas Mataram terindikasi bermasalah dalam pengawasan ketat. Mereka belum mendapat persetujuan pemindahan dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI. Para napi ini divonis bersalah atas kasus peredaran narkoba.

Kalapas Mataram Ketut Akbar Herry Achjar pertimbangan pengajuan pemindahan ini berdasarkan kriteria keamanan tertentu. “Itu ada lima orang napi Lapas Mataram dan dua napi perempuan di Lapas Perempuan Mataram,” ujarnya, 27 April 2021. Para napi ini, sambung dia, rerata memiliki hukuman pidana di atas tujuh tahun. Lapas Mataram menyerap informasi intelijen bersama BNN Provinsi NTB dan Ditresnarkoba Polda NTB mengenai rekam jejak para napi ini.

Iklan

Pada intinya mengenai potensi keterlibatan para napi ini terlibat lagi dalam bisnis peredaran narkoba meski mereka sedang di dalam penjara. Secara internal, pihaknya membentuk tim deteksi dini untuk memantau para napi yang mendapat perhatian khusus. “Nama-nama yang masuk pantauan kita usulkan untuk dipindahkan,” kata Akbar.

Tujuh napi ini sudah mendapat peringatan sebelumnya. Sebab belum mendapat persetujuan pemindahan dari Dirjen, maka mereka diminta untuk segera mengubah sikap dan perilaku. “Terpaksa kita pindahkan kalau diduga kuat terlibat bisnis narkoba lagi,” jelasnya. Sebelumnya delapan narapidana narkoba Lapas Mataram di Kuripan dipindahkan ke Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli di Bali. Mereka dikhawatirkan berulah dengan mengendalikan bisnisnya dari dalam sel.

Kebijakan ini diambil untuk mewujudkan Lapas bersih dari narkoba (Bersinar). Sebanyak 15 orang diajukan untuk dipindah. Delapan yang disetujui sudah dipindahkan. Sementara tujuh sisanya yang belum disetujui menjalani masa pidananya dengan pengawasan khusus. (why)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional