Pengawasan Kampanye, Paslon Cukup Taat Terhadap Protokol Kesehatan

Salah satu kegiatan kampanye palson di Kota Mataram, pesertanya di bawah 50 orang. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tahapan masa kampanye sudah berlangsung sepekan lebih. Sampai dengan saat ini, Bawaslu Provinsi NTB terus menjalakan pengawasannya. Namun demikian belum ada laporan dari Bawaslu kabupaten kota terkait ditemukannya pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 oleh pasangan calon dalam kampanye.

“Dalam masa kampanye sudah dimulai sepekan ini, paslon relatif sudah taat pada protokol Covid-19. Sejauh ini belum ada laporan pelanggaran terhadap protokol kesehatan Covid-19,” ungkap komisioner Bawaslu NTB divisi Data, Informasi dan komunikasi, Suhardi, Senin, 5 Oktober 2020.

Iklan

Diungkapkannya, dalam pengawasan dilakukan jajaran pengawas lapangan (Panwas) belum ditemukan paslon melanggar aturan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Relatif hampir semua paslon berkampanye, sudah mematuhi dan menaati penerapan protokol Covid-19. Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 13 tahun 2020, pertemuan atau kampanye terbatas dilalukan paslon tatap muka maksimal dihadiri 50 orang.

Jika pertemuan dihadiri lebih 50 orang, maka dipastikan kampanye tersebut sudah melanggar aturan. Karena sudah melanggar aturan, Panwas pun berhak untuk membubarkan pertemuan atau kampanye tersebut. Bawaslu pun dipastikan akan langsung memproses dan menindak lanjuti jika ada temuan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 tersebut.

“Tapi alhamdullilah paslon relatif taat dengan protokol Covid-19,” beber mantan komisioner KPU Lombok Barat tersebut. Kendati demikian, Pihaknya sudah menerima sejumlah laporan adanya temuan dalam masa kampanye tersebut. Kendati dirinya belum bisa merinci jumlah pelanggaran dilaporkan sejumlah Bawaslu kabupaten/kota.

Tetapi dipastikan, temuan pelanggaran terbanyak dalam sepekan masa kampanye itu, adalah pemasangan alat peraga kampanye (APK) tidak sesuai lokasi atau tempat. “Berapa jumlah pelanggaran, masih proses rekap,” terangnya.

Senada dengan itu. Ketua Bawaslu kota Mataram, Hasan Basri membenarkan bahwa pihaknya belum menemukan ada pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dilakukan. Dalam pemantauan dan pengawasan dilakukan pihaknya, relatif paslon sudah taat terhadap protokol kesehatan Covid-19.

“Untuk protokol Covid-19, Paslon relatif sudah taat dan patuh,” ungkapnya. Namun demikian. Pihaknya menemukan sejumlah pelanggaran di masa kampanye ini dilakukan oleh paslon. Jenis pelanggaran paling banyak dilakukan oleh adalah pemasangan APK tidak sesuai aturan.

Bawaslu pun mengambil sikap tegas dengan menertibkan APK terpasang tidak sesuai tempat. Meski Hasan tidak merinci secara pasti berapa jumlah pelanggaran pemasangan APK. “Paling banyak adalah pemasangan APK tidak sesuai tempat,” terangnya. (ndi)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional