Pengaruhi Persentase Capaian, Banyak Data Warga Tervaksin di Lobar Tidak Sinkron

M. Busyairi (Suara NTB/ist), H. Fauzan Khalid (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Banyak data warga yang tervaksin di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tak sinkron dengan Pcare (input data kepolisian). Diperkirakan terdapat 10 persen dari total jumlah warga tervaksin yang tak sinkron. Kondisi ini tidak saja mempengaruhi progres vaksinasi, namun juga menyulitkan desa untuk mengidentifikasi, mengarahkan dan memobilisasi warga yang menjadi sasaran divaksin.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang dikonfirmasi mengenai hal ini membenarkan adanya data tak sinkron tersebut. “Ada ketidaksinkronan data  warga sudah divaksin dengan di Pcare. Kenapa? Boleh jadi karena kurang masukkan angka NIK, dan juga karena NIK tidak ada. Tetapi kalau dari perbandingan jumlah yang tidak sinkron kurang lebih hanya 10 persen,” terang bupati ditemui usai Salat Jumat di Masjid Pemda, Jumat, 15 Oktober 2021.

Iklan

Dikatakan, penyebab data tak sinkron macam-macam. Bisa karena kurang memasukkan NIK, NIK tidak ada dan bisa saja waktu input data tidak ada sinyal, sehingga ketika ada sinyal internet, lupa dimasukkan.

Namun bukan berarti Pemda Lobar mendiamkan. Pemda secara paralel melakukan sinkronisasi data. Akan tetapi kalau proses sinkronisasi ini mengganggu pelaksanaan vaksin, maka ditunda dulu sinkronisasi. Karena masih ada waktu untuk melakukan sinkronisasi data tersebut. “Sebab yang paling penting masyarakat tervaksin, itu yang paling penting. Tetap kita lakukan sinkronisasi tapi juga tidak boleh mengabaikan vaksinasi terhadap sisa masyarakat yang belum tervaksin,” jelas bupati.

Lebih lanjut dijelaskan, proses sinkronisasi ini mudah dan persoalan ini tidak sampai mengganggu, karena persoalan administratif saja. Namun, persoalan ini harus diselesaikan karena menyangkut pertanggungjawaban.

Soal input data Pcare yang dilakukan tiga tim, yakni dari OPD Pemda, TNI dan Polri. Menurutnya, kenapa tiga tim? Karena menyangkut laporan masing-masing pihak. Misalnya Polri wajib melaporkan ke Polda. Namun secara nasional tetap mengacu satu data yakni dari Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, di Kecamatan Narmada ditemukan banyak data warga tak sinkron tersebut. Camat Narmada M. Busyairi mengakui terjadi ketidaksinkronan data warga yang divaksin. Karena itu langkah yang dilakukan pihak kecamatan untuk sinkronisasi, adalah meminta desa melakukan pendataan melalui perangkat baik kepala dusun, RT maupun kader, sehingga data valid bisa diperoleh.

Contoh yang dilakukan di Desa Lembuak. Dari data warga belum tervaksin per tanggal 13 Oktober sebanyak 3.500 orang (data Dikes). Tetapi setelah dilakukan pendataan tuntas door to door, jumlah warga belum divaksin ternyata hanya 900 orang. “Itu kan luar biasa selisihnya, tidak sinkron,” ujarnya.

Pihaknya meminta semua desa melakukan hal yang sama. Namun respons desa masih kurang, sehingga baru dua desa yang sudah melakukan itu. Karena ketidaksinkronan data ini mempengaruhi pemetaan terkait sasaran warga divaksin. “Itu menyebabkan kita meraba-raba sasaran,” ujarnya.

Kapolsek Narmada, Kompol I Nyoman Nursana membenarkan apa yang disampaikan Camat Narmada. Kenapa demikian? Ia bicara berdasarkan fakta. Karena pada saat kunjungan Kapolri bersama Panglima TNI belum lama ini, ada istilahnya percepatan vaksin yang dikejar bukan kualitas, namun kuantitas.

Dibuktikan pada saat pelaksanaan vaksin di Gedung Budaya Narmada, ditarget 2.000 orang. Blangko yang disiapkan juga 2.000. “Blangko itu ternyata habis, namun data (warga divaksin) yang masuk dalam Pcare kurang dari 2.000. Padahal blangko habis. Ternyata setelah ditelusuri, orangnya tidak ada,” jelas dia.

Kenapa terjadi demikian, karena kemungkinan warga tidak sabar menunggu, sehingga terdapat kesalahan data. Selain itu, input data itu dilakukan oleh Pcare Polri, TNI dan OPD. Artinya, warga yang divaksin tidak klop dalam satu data, sehingga itu menimbulkan kerancuan. Apalagi saat mengejar kuantitas, tim menyetop warga di jalan. Entah warga dari mana pun yang penting divaksin dulu, sehingga itu juga menimbulkan kerancuan. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional