Pengangkatan P3K, Diprioritaskan bagi Guru yang Masuk Dapodik

H. Lalu Fatwir Uzali. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pengangkatan satu juta guru sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) menjadi angin segar. Dinas Pendidikan Kota Mataram memprioritaskan guru yang telah masuk data pokok pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali menerangkan, pihaknya telah membuka posko sebagai tempat konsultasi seluruh guru untuk menanyakan hal – hal yang berkaitan dengan pengangkatan P3K. Tenaga pendidikan yang diprioritaskan diusulkan yang telah masuk data pokok pendidikan. Selain itu, guru yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun. “Mudah – mudahkan yang telah bekerja di atas 10 tahun diprioritaskan,” kata Fatwir ditemui akhir pekan kemarin.

Iklan

Kota Mataram diakui Fatwir kekurangan guru berstatus aparatur sipil Negara (ASN) maupun P3K. Sejak dulu, Dinas Pendidikan ingin mengelola manajemen guru lebih bagus, terarah dan profesional. Akan tetapi, terkendala dengan status guru yang hanya honorer atau kategori dua. Terkadang guru honor juga ingin mencari pekerjaan di tempat lain dengan berbagai pertimbangan. “Kalau sudah ASN akan lebih fokus,” ucapnya.

Dengan kebijakan pengangkatan 1 juta guru oleh pemerintah pusat memang tidak menyelesaikan kebutuhan guru, tetapi minimal mengurangi. Sebab, kekurangan guru berstatus ASN maupun P3K 400 orang. Pengangkatan guru melalui jalur seleksi terbuka calon pegawai negeri sipil sejak 2018 – 2019 telah didistribusikan ke sekolah – sekolah.

Kendati demikian, belum menutupi kekurangan guru sebelumnya.  Fatwir bersyukur guru – guru mau mengabdikan diri dan ikhlas mengajar anak – anak di Mataram. “Seandainya guru – guru tidak ikhlas, akan celaka,” ucapnya.

Salah satu cara dilakukan Pemkot Mataram menghargai kinerja dan jerih payah guru dengan memberikan tambahan penghasilan. Dari sebelumnya Rp450 ribu/bulan naik menjadi Rp650 ribu/bulan. Khusus guru kategori bekerja atau mengabdi lebih dari 10 tahun sedang diupayakan mendapatkan honor Rp1 juta.

Fatwir juga menaruh harapkan kepada Walikota dan Wakil Walikota Mataram yang terpilih memperjuangkan nasib guru honor. Minimal mendapatkan gaji setara upah minimum provinsi. Tujuannya adalah agar guru merasa yakin memiliki masa depan serta profesional dalam bekerja. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional