Pengangguran Terbuka Meningkat 0,24 Persen di Kota Bima

Galina Margayana. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), membuat pengangguran terbuka atau TPT meningkat di Kota Bima. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, tahun 2019 persentase TPT sebesar 4,18 persen. Sementara 2020 tercatat 4,42 persen, artinya ada peningkatan sekitar 0,24 persen.

Koordinator Fungsi Statistik BPS Kota Bima, Galina Margayana kepada wartawan di kantornya, Rabu, 6 Oktober 2021 menyampaikan, jika membandingkan data tingkat pengangguran terbuka yang dihimpun pada Bulan Agustus 2019 dan 2020, ada peningkatan sekitar 0,24 persen. “Agustus 2020 itukan sudah berlangsung Covid-19, jadi naik dia pengangguran terbuka,” terangnya.

Iklan

Covid-19 menjadi pemicu peningkatan angka TPT, menurutnya, selain karena banyak karyawan yang dirumahkan, pun banyak kegiatan usaha masyarakat yang tutup akibat pembatasan ruang gerak masyarakat.

Dan tidak kalah besar menjadi penyumbang pengangguran, ialah tutupnya akses bagi angkatan kerja atau PMI keluar negeri. “Kota Bima kan salah satu penyumbang TKI dan TKW keluar negeri. Gara-gara ditutup akibat Covid-19, makanya meningkat pengangguran di daerah,” jelasnya.

Selain TPT, kata Galina Margayana, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami peningkatan. Dari 71,62 persen di 2019 menjadi 74,24 persen pada tahun 2020.

Persoalan ini termasuk bagian dari dampak pandemi Covid-19. Di mana ibu rumah tangga, siswa satuan pendidikan yang sebelumnya tidak bekerja, terpaksa menghabiskan waktu libur mereka untuk mecari nafkah agar bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Seperti misalnya membantu suami di ladang, membuka usaha kios atau menjadi buruh harian lepas.

Disinggung data pengangguran terbuka tahun ini, Galina Margayana belum bisa memastikan karena masih dalam proses. Namun jika melihat geliat usaha yang mulai tumbuh subur, serta mempriotaskan putra putri daerah sebagai karyawan, besar kemungkinan ada penurunan. “Itu berpeluang mengurangi, cuma belum berani kami pastikan,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional