Pengamanan WSBK, Polresta Mataram Sebar Titik Penyekatan

Petugas Operasi Mandalika Rinjani 2021 Polresta Mataram memeriksa kendaraan yang melintas pos penyekatan Dasan Cermen, Cakranegara, Mataram, Jumat (19/11). (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram memfungsikan 20 titik penyekatan untuk kelancaran lalu lintas dukungan pengamanan World Superbike (WSBK) Mandalika. Titik penyekatan ini menyaring pengguna jalan menuju Sirkuit Mandalika. Didirikan pula pos pengamanan yang diisi lebih dari 100 personel.

Kota Mataram merupakan salah satu koridor pintu masuk menuju Sirkuit Mandalika di Pujut, Lombok Tengah. Eks Bandara Selaparang dijadikan titik keberangkatan shuttle bus penghubung. Begitu juga Kota Mataram yang dilewati akses shuttle bus dari titik Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara.

Iklan

“Kami dirikan pos penyekatan di tiga lokasi,” terang Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, Jumat, 19 November 2021. Antara lain, penyekatan di Monumen Tembolak Pelangi, Jalan Bypass BIL, Sekarbela, Mataram.

Kemudian pos penyekatan Bintaro Jalan Saleh Sungkar, Ampenan, Mataram. Serta pos penyekatan Dasan Cermen, Jalan TGH Lopan, Cakranegara, Mataram.

Pos penyekatan ini juga diisi TNI dan personel Dinas Perhubungan. Pemeriksaan yang melintas diperiksa tentang keperluannya berkendara menuju arah masuk dan keluar Kota Mataram.

Pos pelayanan ditempatkan di Karang Jangkong, Cakranegara, Mataram. Pos ini sebagai pusa komandi Operasi Mandalika Rinjani 2021 yang dikendalikan Polda NTB. Pos pengamanan pun didirikan di Eks Bandara Selaparang.

Pos Eks Bandara Selaparang ini mengawasi mekanisme kedatangan penonton pemilik tiket WSBK Mandalika menuju sirkuit. “Di titik itu diperiksa tiketnya, hasil swabnya, dan data vaksinasinya,” kata Heri.

Sejumlah pos itu bersifat statis yang diisi personel. Untuk mendukung operasinal pos, maka dikerahkan pola pengamanan dinamis dengan menggelar patroli. Yakni patroli pengurai kemacetan, patroli kriminalitas, dan patroli protokol kesehatan.

“Patroli ini bergerak 24 jam selama WSBK ini berlangsung. Untuk gabungannya juga ada patroli skala besar,” papar mantan Kapolres Lombok Barat ini.

Personel pengamanan, kata Heri, juga dibagi ke sejumlah titik penginapan. Yang mana tingkat okupansi hotel di Kota Mataram yang mencapai 95 persen menandakan tingkat hunian lebih tinggi dari biasanya.

“Tamu yang menginap ini memang untuk keperluan menonton WSBK. Lokasi penginapan ini juga kita amankan sebagai bentuk pelayanan keamanan kepada tamu-tamu kita,” urainya. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional