Pengamanan WSBK Mandalika, Polda NTB Halau Pengunjung Tanpa Tiket

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menunjukkan peta manajemen moda transportasi menuju Sirkuit Mandalika, Selasa, 16 November 2021.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kemacetan menjadi potensi ancaman besar terhadap kelancaran World Superbike (WSBK) Mandalika. Balapan motor kelas dunia akhir pekan ini diprediksi mengundang antusiasme warga. Baik yang tidak memiliki tiket sekalipun.

“Yang bisa ke area sirkuit, menuju arah sirkuit, dan yang berkegiatan di area sirkuit hanya bagi yang memiliki tiket,” ucap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Selasa, 16 November 2021.

Iklan

Masyarakat umum, yang sekedar ingin merasakan euforia balapan kelas dunia di tanah moyangnya sendiri diminta bersabar. Sebab, pergerakan kendaraan pribadi, khususnya, orang tanpa tiket dikhawatirkan menambah keruwetan lalu lintas.

Untuk mengantisipasi kemacetan, sebanyak 13 titik penyekatan disiapkan. Pos penyekatan utama antara lain didirikan di Monumen Tembolak, Jalan Bypass BIL I Sekarbela, Mataram; Bundaran Patung Sapi, Jalan Bypass BIL II, Gerung, Lombok Barat.

Kemudian Simpang Empat Batujai, Jalan Bypass BIL II, Batujai, Lombok Tengah; serta Bundaran Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Jalan Bypass BIL II, Praya, Lombok Tengah.

“Penyekatannya berlapis. Jadi kendaraan mengangkut masyarakat yang memiliki tiket diberi stiker. Nanti diverifikasi terus di tiap pos penyekatan,” sebut Artanto. Sementara untuk masyarakat penduduk desa penyangga Mandalika, mendapatkan akses khusus ditunjukkan dengan KTP.

Pemegang tiket menonton seri terakhir WSBK ini pun diharapkan tidak menggunakan kendaraan pribadi. Pemerintah sudah menyediakan moda transportasi bersubsidi berupa shuttle bus. Baik dari koridor pintu masuk Pulau Lombok maupun akses dari tempat parkir ke sirkuit.

Pemegang tiket dapat memanfaatkan layanan shuttle bus secara gratis. “Semua ini disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan,” terangnya.

Koridor pintu masuk Pulau Lombok antara lain melalui BIZAM yang disediakan lima bus pengangkut penonton; di Pelabuhan Lembar dan Gili Mas disediakan 25 mobil Hiace; Pelabuhan Kayangan disediakan 36 mobil Hiace;

Selanjutnya, dari koridor Kota Mataram yang dipusatkan di Eks Bandara Selaparang disiapkan 25 unit bus, serta Pelabuhan Bangsal disediakan 15 unit mobil Hiace.

“Apabila bus ini habis atau sedang beroperasi mengangkut penumpang, sudah disiapkan angkutan sewa khusus dengan tarif yang ditentukan Dishub,” kata Artanto.

Angkutan sewa khusus ini berupa travel konvensional maupun taksi online. Dishub Provinsi NTB menyiapkan sebanyak 450 unit kendaraan angkutan sewa khusus.

“Kami juga mengantisipasi jalur-jalur tikus maka personel pengamanan ditambah. Dari yang awalnya 3.000 orang menjadi 4.000 orang,” jelas Artanto.

Berdasarkan pemetaan Operasi Mandalika Rinjani 2021, jumlah penonton masuk melalui Gate 1 sirkuit diperkirakan sejumlah 17.206 orang. Sementara yang melalui Gate 3 sejumlah 10.150 orang.

Pos penyekatan juga disiapkan di Bundaran Sunggung yang menghubungkan kawasan sirkuit dengan Bypass Mandalika, Bundaran Mong penghubung arus masuk dari Jalan Raya Sengkol, dan simpang tiga Pasar Kuta, Pujut, Lombok Tengah.

Apabila terjadi penumpukan di Bundaran Mong dan simpang tiga Pasar Kuta, arus dialihkan ke Pantai Selong Belanak. Jika penumpukan di Bundaran Sunggung, arus dialihkan ke arah Teluk Awang.

Area parkir yang tersedia yakni di Parkir Barat Masjid Nurul Bilad seluas 1,5 hektare dengan kapasitas 700 kendaraan. Serta Parkir Timur Sunggung seluas 9 hektare berkapasitas 7.200 kendaraan.

Penonton pemegang tiket menukarkan tiket elektronik menjadi gelang di transit hub area parkir ini. Sekaligus menunjukkan hasil negatif swab antigen/PCR dan memverifikasi status vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi.

Selanjutnya, sudah disiapkan angkutan shuttle bus dalam kawasan Mandalika yang melayani penonton dari akses parkir menuju pintu masuk gerbang sirkuit. Tiga trayek disiapkan yakni, Hijau, Biru, dan Ungu yang dilayani 48 unit bus ukuran medium kapasitas 30 penumpang.

Trayek Line Hijau melayani akses Parkir Barat Masjid Nurul Bilad menuju gerbang atau Gate 3 di sisi barat sirkuit. Trayek ini memiliki waktu tempuh pergi pulang 10 menit dengan jarak 6 kilometer. Jarak waktu keberangkatan antarbus 1 menit.

Trayek Line Biru dilayani 9 bus dengan jarak waktu keberangkatan antarbus tiap 2 menit. Trayek ini menghubungkan Parkir Barat dengan Gate 1 di sebelah utara sirkuit. Trayek ini menempuh jarak 6 kilometer dengan waktu tempuh 10 menit pergi pulang.

Trayek Line Ungu melayani akses menuju Gate 1 dan Gate 3 dari Parkir Timur Sunggung. Jarak tempuhnya 11 kilometer dengan waktu pulang pergi 25 menit. Antarbus memiliki jarak waktu keberangkatan setiap 1 menit. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional