Pengamanan Ruang Masak Restoran Hotel Dilakukan Berlapis

Anton Sugiono melakukan aktivitas di ruang dapur Hotel Puri Indah Mataram dengan SOP yang dianjurkan sebagai upaya pengendalian potensi virus corona. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Para peracik menu di restoran hotel meningkatkan kewaspadaan, mengantisipasi penularan virus Covid-19. Sistem pengamanan dilakukan berlapis. SOP beraktivitas di restoran-restoran hotel tidak seperti biasanya. Juru masak (chef) diharuskan menggunakan masker. Masuk ruang dapur juga harus steril. Suhu badan dicek, juga menggunakan pembersih tangan (hand sanitizer).

Penggunaan perabot masak juga tidak kalah ketat. Perabot terlebih dahulu harus dicuci dengan air hangat. Dicampur zat cuka khusus untuk mematikan bakteri. Demikian juga bahan-bahan menu yang akan dimasak. Harus dicuci terlebih dahulu dengan air yang telah dicampurkan zat anti bakteri. “Bahan baku makanan juga harus menggunakan standar yang direkomendasikan Dinas Kesehatan. Sudah ada edaran dari BPP ICA untuk SOP seperti itu untuk mengupayakan kemungkinan adanya virus dan penularannya,”  kata Ketua Indonesian Chef Association (ICA) atau Asosiasi Chef Indonesia, Anton Sugiono.

Anton juga menyebut, edaran dimaksud telah sampai ke kabupaten/kota. Selanjutnya menjadi acuan aktivitas di ruang dapur restoran hotel. Disisi lain, dampak pandemik corona ini adalah terganggunya sektor pariwista NTB. Akibatnya, hunian hotel mengalami penurunan yang sangat signifikan. Mentok hanya sampai 10 persen rata-rata, proyeksi Chef Puri Indah Hotel ini.

Kepada Suara NTB di Mataram, Rabu, 18 Maret 2020, Anton menyebut kritisnya jumlah tamu-tamu yang menginap di hotel atau hilangnya kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/ Indonesia: Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran). “Kegiatan-kegiatan dari kementerian sudah dibatalkan. Banyak pemberitahuan pembatalan kegiatan yang masuk ke hotel,” ujarnya.

Akibatnya, operasional ruang dapur restoran di hotel-hotel efektif hanya sekedarnya. ICA NTB sudah melakukan pertemuan dengan seluruh anggotanya. Membahas dampak corona dan solusi apa yang bisa dilakukan. Masih menurut Anton, juru masak di restoran hotel juga dibijaksanai oleh manajemen. Misalnya, pelibatan 10 orang pembantu chef, dikurangi menjadi empat orang. Itupun kalau ada tamu di hotel yang harus dilayani.

“Bahkan kebijakan hotel-hotel besar informasinya sudah ada yang diminta cuti sementara. Dampak corona ini sangat massif,” demikian Anton. (bul)