Pengamanan Pilkada Serentak 2020, Kapolda NTB Pastikan Alsus Laik Pakai

Kapolda NTB Mohammad Iqbal mengecek peralatan khusus pengamanan Pilkada Serentak 2020, Selasa, 29 September 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Dinamika Pilkada Serentak 2020 tidak bisa diprediksi. Tetapi, antisipasi tetap paling tinggi. Sarana pengamanan terbaik diterjunkan. “Eskalasi politik kadang naik, kadang landai, kadang turun,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal, Selasa, 29 September 2020.

Kapolda mengecek alat material khusus pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Lapangan Gajah Mada Mapolda NTB. Kesiapan pengamanan dengan menguji fungsionalitas sejumlah peralatan penghalau massa tersebut. Kericuhan Pilkada di massa pandemi ini dampaknya bisa berantai. Bukan saja kerugian ekonomi tetapi juga kesehatan. Sarana pengamanan terbaik wajib dikerahkan. “Almatsus masih laik. Kita bersiap dalam kondisi terburuk sekalipun,” terang Iqbal.

Iklan

Sejumlah titik rawan sudah dipetakan. Pengerahan sarana pengamanan berikut pasukan yang diterjunkan berbekal tingkat eskalasinya. Kericuhan sedari awal. Apabila tetap bobol, maka penanganannya sesuai dengan prosedur tetap antisipasi kontijensi. Iqbal menerangkan pendekatannya melalui komunikasi yang menggandeng lapisan masyarakat. “Masyarakat itu sendiri memahami pentingnya menjaga kondusivitas daerah,” ucapnya.

Belajar dari peristiwa di Dompu pekan lalu usai penetapan Paslon. Masyarakat punya andil untuk menahan diri untuk tidak berbuat yang mengganggu keamanan dan ketertiban. Ketidakpuasan seharusnya disampaikan dengan jalur yang ditetapkan. “Kita bisa meredam aksi tersebut dengan langsung melakukan pendekatan ke masyarakat. mari kita sama-sama patuhi prosedur hukum. Bukannya melanggar yang bisa dikenakan sanksi pidana,” tutup Kapolda. (why)