Pengamanan Pilkada Loteng Libatkan 1.300 Personel

Kapolres Loteng, Esty Setyo Nugroho, bersama Plh. SEkda Loteng, H.L. Idham Khalid dan Kasdim 1620 Loteng, mengecek personel gabungan yang akan mengamankan gelaran Pilkada Loteng saat apel pasukan, Rabu, 23 September 2020.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 1.300 personel aparat gabungan dari unsur TNI, Polri serta dari pemerintah daerah dipersiapkan untuk mengamankan seluruh tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Tengah (Loteng) tahun 2020 ini. Jumlah personel tersebut sudah termasuk dukungan personel dari Polda NTB. Dan, masih mungkin bertambah tergantung situasi yang berkembang nantinya.

Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK., saat apel gelar pasukan pengamana Pilkada Loteng, di lapangan Muhajirin Praya, Rabu, 23 September 2020, mengatakan secara umum kondisi Loteng masih aman terkendali. Namun demikian, kesiapan pasukan perlu dilakukan sejak dini. Guna mengantisipasi potensi gangguan yang bisa saja muncul pada tahapan Pilkada yang ada.

Iklan

“Apel pasukan kali ini kita gelar sebagai salah satu upaya kita mengecek kesiapan personel pengamanan Pilkada Loteng,” terangnya. Terlebih, Loteng termasuk daerah dengan tingkat kerawanan urutan empat nasional. Nah, melalui apel pasukan tersebut diharapkan kesiapan personel bisa dicek kondisinya.

Ia menjelaskan, jumlah personel yang dipersiapkan itu nantinya juga untuk mem-back up pengamanan di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada. Tapi karena jumlah TPS jauh lebih banyak dari jumlah personel yang ada, yakni 2.032 TPS, maka mungkin tidak semua TPS dijaga oleh satu personel keamanan. Tergantung potensi gangguan dan tingkat kerawanan TPS tersebut.

“Khusus untuk TPS yang potensi gangguanya cukup tinggi ataupun berada di daerah yang jauh dan terpencil bisa saja dijaga masing-masing satu personel pengaman. Sedangkan untuk TPS yang lokasinya dekat serta tingkat kerawanannya rendah, nanti akan dikondisikan,” terangnya.

Disinggung soal jumlah TPS yang masuk kategori rawan, Esty mengatakan, sejauh ini semua TPS statusnya hampir sama. Tapi bisa saja berubah, tergantung dinamika di lapangan. Karena bisa saja yang saat ini dinilai rawan, justru itu yang aman. Begitu pula sebaliknya.

“Polanya nantinya, TPS-TPS yang sulit dijangkau yang ada di daerah perbatasan dengan Lombok Timur (Lotim) seperti Praya Timur dan Janapria, pengamanannya akan di back up satu regu personel lengkap dengan Brimob yang ditempatkan di kecamatan,” jelasnya. Sehingga begitu ada gangguan, personel yang ada bisa cepat digerakkan. Harapannya, tentu potensi konflik yang lebih besar bisa diredam sejak awal.

Pria asal Banyuwangi ini mengatakan, karena Pilkada kali ini digelar di tengah pandemi Covid-19 tentunya pola pengamanan sedikit berbeda. Terutama pada tahapan menjelang pemungutan suara. Dimana pasangan calon (paslon) tidak boleh lagi melakukan kegiatan pengumpulan atau pengerahan massa dalam jumlah banyak. Semua kegiatan harus dijalankan sesuai protokol Covid-19.

Ditempat yang sama, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Loteng, Drs. H.L. Idham Khalid, M.Pd., menegaskan Pemkab Loteng mendukung dan siap mem-back up pengamanan Pilkada Loteng. seluruh unsur pendukung pun siap dikerahkan. Terutama dari satuan Pol PP serta personel dari perhubungan. “Semua personel kita siapkan untuk mendukung pengamanan pelaksanaan Pilkada Loteng. Supaya Pilkada Loteng bisa berjalan aman dan lancar,” tegas Asisten II Sekda Loteng ini. (kir)