Pengamanan Malam Tahun, Baru Pesta Kembang Api akan Dibubarkan Paksa

Ilustrasi Perayaan Tahun Baru. (Sumber : Pixnio)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB mengerahkan 1.200 personel dalam pengamanan perayaan malam tahun baru 2021 di masa pandemi Covid-19. Izin keramaian pesta kembang api dimoratorium. Kerumunan melebihi pukul 21.00 petang bakal langsung dibubarkan.
Kita lakukan penebalan di lokasi-lokasi rawan. Kita sudah deteksi kendaraan luar daerah yang masuk dalam rangka liburan, ungkap Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Imam Thobroni, Selasa , 29 Desember 2020.
Imam menyebutkan 22 pos pengamanan sudah diaktifkan. Nantinya akan ditambah dengan pengendalian dari perwira menengah Polda NTB di kawasan rawan.

Pola pengamanannya dengan mempertegas penerapan protokol kesehatan Covid-19. Kemudian membubarkan setiap kegiatan perayaan malam tahun baru yang menimbulkan kerumunan.
Semua harus dengan protokol Covid-19. Semua kegiatan dihentikan pada pukul 21.00. yang melanggar kita akan bubarkan, tegas Imam.
Sejumlah kawasan wisata di NTB, sambung dia, terpantau sudah dikunjungi wisatawan yang memang berlibur demi pesta malam tahun baru. Apabila kerumunan tidak terhindarkan, maka sudah disiapkan langah tindaklanjutnya. Kami juga sediakan rapid antigen, ujarnya.

Pengamanan ini sebagai wujud penerapan Maklumat Kapolri Mak/ 4 /XII/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 tertanggal 23 Desember 2020.
Kapolri mengeluarkan Maklumat untuk tidak menyelenggarakan pertemuan atau kegiatan yang mengundang kerumunan orang banyak di tempat umum berupa, perayaan Natal dan kegiatan keagamaan di luar tempat ibadah; pesta atau perayaan malam pergantian tahun; arak-arakan, pawai dan karnaval; dan pesta penyalaan kembang api.

Maklumat ini diterbitkan dengan pertimbangan penanganan penyebaran Covid-19 secara nasional yang belum sepenuhnya terkendali dan masih berpotensi berkembang luas dalam masyarakat. Maklumat itu juga bertujuan untuk memberikan perlindungan dan menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat selama pelaksanaan libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru Tahun 2021. (why)