Pengamanan Maksimal Rangkaian Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Sejumlah personel Polresta Mataram berjaga di Pos Pengamanan Operasi Ketupat Rinjani 2021.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Rangkaian pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H dimulai dari pemantauan larangan takbir keliling. Selanjutnya, pengamanan pelaksanaan salat Ied berdasarkan zonasi kerawanan Covid-19. Sampai pengamanan tradisi Lebaran Topat. “Untuk yang pengamanan salat Ied, kita koordinasi dengan Satgas (Covid-19) dan panitianya. Karena untuk salah Ied kan ada zonasinya untuk pelaksanaannya,” terang Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Senin, 10 Mei 2021.

Pada prinsipnya, Polda NTB mengawal setiap kebijakan penanganan Covid-19. Termasuk kebijakan lokal masing-masing daerah. Dalam hal pengaturan pelaksanaan salat Ied, serta kebijakan pembukaan tempat wisata. “Itu dinamis di lapangan,” ujarnya. Untuk pengamanan Lebaran Topat, yang menurut tradisi digelar tepat sepekan setelah Hari Raya Idul Fitir, Artanto mengatakan kebijakan tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. “Kita kepolisian menyesuaikan, kalau ada larangan kita akan menyekat dan menghalau,” tegasnya.

Iklan

Terpisah, Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan personel untuk pengamanan rangkaian dalam rangka perayaan Idul Fitri 1442 H ini. Sebanyak empat pos pengamanan dan pelayanan sudah difungsikan. Salah satu tugas pertamanya, menghalau dan menyekat pemudik sejak 6 Mei lalu. Kemudian tugas selanjutnya dalam pengamanan malam takbiran. “Untuk takbiran keliling kan sudah dilarang. Tapi diperkenankan takbiran di masjid dengan aturan dihadiri 10 persen dari kapasitas masjid,” urainya.

Pihaknya menurunkan anggota Satgas Operasi Ketupat Rinjani 2021 serta bhabinkamtibmas di masing-masing kelurahan untuk turun mengawasi pelaksanaan malam takbiran tersebut. “Kita akan mengimbau dulu, kalau masih bersikeras kita akan lakukan pembubaran,” kata Heri. Upaya pengamanan berikutnya yakni perayaan masyarakat ke tempat-tempat wisata. Walikota Mataram sudah mengeluarkan edaran tentang penutupan tempat wisata. Baik wisata religi maupun wisata alam pantai.

“Khusus di Pantai Loang Baloq dan Bintaro, tidak ada Lebaran Topat. Kita imbau masyarakat untuk tetap diam di rumah melaksanakan silaturahmi dengan tidak membuat kerumunan,” jelas Heri. Pihaknya akan menambah pos pemantauan di perbatasan kota yakni Bundaran Jempong, Sekarbela dan  pos pantau di tiap tempat rekreasi. “Tujuannya untuk menghalau agar tidak ada yang melakukan aktivitas di sana,” tutup Kapolres. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional