Pengakuan TKI Korban Kapal Tenggelam : Dapat Kerja di Malaysia Lebih Gampang

Mataram (suarantb.com) – Mendapatkan pekerjaan dengan cara merantau ke Malaysia lebih mudah daripada di Lombok. Inilah yang dirasakan salah seorang TKI asal Lombok yang menjadi korban kecelakaan kapal di Batam, Ahmad Zakaria. Demikian pengakuannya saat ditemui suarantb.com di kediamannya di Dusun Lendang Daye Desa Sesela Gunung Sari, Selasa, 8 Nopember 2016.

“Kalau di sana (Malaysia) kerjaan banyak, malah kita yang minta cuti sama majikan. Kalau di sini kan seminggu kerja, kadang dua minggu nganggur,” ucapnya.

Iklan

Kondisi ini membuat Zakaria masih tertarik untuk kembali mengadu nasib ke Malaysia. Walaupun ia telah mengalami pengalaman meregang nyawa saat kapal yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Batam baru-baru ini. Ia pun mengaku tetap nekat menumpangi kapal tersebut walaupun telah mengetahui risiko yang menghadang.

Kurangnya lapangan pekerjaan di NTB memang memaksa sebagian orang untuk berani mengadu nasib ke luar daerah hingga luar negeri. Selain lapangan kerja lebih luas, gaji yang didapat juga relatif lebih banyak. Selama bekerja di Malaysia sejak 2013, Zakaria mengaku bisa mengirimkan 1.500 ringgit Malaysia tiap bulan untuk orang tuanya di Lombok. Jumlah yang lumayan untuk menghidupi adik-adiknya yang berjumlah lima orang.

Menurut pengakuan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, H . Wildan, per Februari 2016 angka pengangguran di NTB berjumlah 87 ribu orang dari 2,5 juta angkatan kerja. Angka tersebut terdiri dari lulusan SMA/SMK dan sarjana.

“Kalau lulusan SD atau SMP kan banyak yang kerja seadanya, bahkan ada yang jadi TKI. Tapi lulusan SMA/SMK terutama sarjana ini banyak yang menganggur karena gengsi,” komentarnya.

Para lulusan pendidikan menengah dan tinggi ini banyak yang gengsi untuk mengerjakan pekerjaan yang menurut mereka kurang cocok, juga takut belajar berwirausaha.

  Anak TKI di Bima, Kesulitan Biaya Operasi

“Jangan hanya mengharapkan pekerjaan di bidang pemerintahan, maunya jadi PNS saja. Cobalah buka usaha, belajar dari bawah dulu. Memang memulainya pasti susah, tapi tidak ada salahnya mencoba,” ujarnya.

Wildan menegaskan, Disnakertrans bukan dinas penyuplai tenaga kerja. Melainkan hanya memfasilitasi adanya bursa kerja dan membantu pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK). (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here