Pengakuan Pelaku Pembunuhan yang Ikut Buat Keranda Korbannya

Petani kebun pelaku pembunuhan tetangganya sendiri, Reme (tengah) dalam pengawalan ketat polisi, Senin, 24 Februari 2020. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Rahmayadi alias Reme (50) lebih banyak tertunduk diam. Mengangguk atau menggeleng pun tidak. Reme menyimpan sesal. Nyawa Adi, tetangganya tidak bisa kembali. Begitu juga dendamnya.

“Ada motif balas dendam. Korban sering menganggu istri pelaku. Bahkan (korban) pernah mencoba memperkosa istri pelaku. Itu pengakuan dia,” ungkap Wakapolresta Mataram AKBP Erwin Suwondo, Senin, 24 Februari 2020.

Iklan

Pagi-pagi, Selasa (18/2) minggu lalu, Reme ikut kerja bersama warga Dusun Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Narmada, Lombok Barat. Dia gotong-royong mencari bambu untuk membuat keranda jenazah. Keranda itu untuk Adi.

Pria yang baru ditemukan tewas di kawasan hutan dusun. Warga Dusun Aik Nyet yang diduga korban pembunuhan. Beres bantu-bantu, Reme jalan-jalan ke Mataram.

Sore sekira pukul 15.30 Wita, Reme sudah tidak pulang lagi ke rumahnya. Dia dijemput Polresta Mataram dari Karang Tumbuk, Cakranegara. Reme kini jadi tersangka pembunuhan. Dia terancam penjara 15 tahun dari sangkaan pasal 351 ayat 3 KUHP dan pasal 338 KUHP. Reme disangka menghilangkan nyawa Adi karena dendam dan cemburu.

“Lima jam usai mayat ditemukan, pelaku sudah bisa kita tangkap. Bahwa pelaku adalah tetangga korban. Rahmayadi,” sebut Erwin.

Reme mengakui perbuatannya.

Reme mengatakan, dia sedang emosi-emosinya. Masih pagi-pagi, dia sudah dibuat kesal. Korban Adi menyerempetnya dengan motor saat Reme sedang jalan ke kebun.

Refleks saja, klaim Reme, celurit di pinggang mengayun ke kepala. Adi langsung roboh. Lengkap dengan motornya ke tanah terjal. Adi sempat mengerang sambil melotot. Pandangan Reme lalu mengarah ke senapan angin yang digendong Adi.

“Bukannya dibantu, pelaku malah memukul korban tiga kali dengan punggung celurit sampai korban terdiam. Dia mengaku takut korban melawan karena korban membawa senapan angin,” jelas Erwin.

Reme batal ke kebun. Dia pulang ke rumah. Ganti baju, simpan celurit lalu bergabung dengan warga yang heboh menemukan Adi meninggal dunia.

“Celurit dibawa dari rumah. Pemicunya karena pelaku disenggol di jalan. Kita masih dalami apakah direncanakan atau tidak,” tutup Erwin. (why)