Pengadaan JPS Tahap I 2020, Kadisos Kota Mataram Ditanya Soal Kewenangan

Kadisos Kota Mataram Hj Baiq Asnayati Kamis, 25 Maret 2021 berjalan keluar usai menjalani klarifikasi terkait pengadaan JPS penanganan Covid-19 tahun 2020 tahap pertama.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram melanjutkan pengusutan dana bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kota Mataram tahun 2020. Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Hj Baiq Asnayati dimintai keterangan, Kamis, 25 Maret 2021. Kuasa pengguna anggaran ini diklarifikasi soal pengadaan senilai Rp8,6 miliar.

“Pokoknya Tupoksi (Tugas pokok dan fungsi) saya sebagai Kepala Dinas Sosial,” kata Asnayati menjawab pertanyaan usai keluar dari ruang penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polresta Mataram. Dia diklarifikasi sejak pagi pukul 10.00 Wita. Klarifikasi selesai sekira pukul 15.00 Wita. Jawaban yang sama dia lontarkan berulang kali atas pertanyaan lain. Diantaranya mengenai nilai pengadaan serta proses penyalurannya kepada penerima bantuan.

Iklan

Asna juga mengaku lupa ketika ditanya mengenai proses pengadaannya. Dalam hal pola penunjukan rekanan pelaksana. “Saya lupa, saya lupa,” ucapnya. Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa membenarkan klarifikasi Asnayati tersebut. Kaitannya dengan pengumpulan bahan keterangan penanganan kasus pengadaan JPS Kota Mataram tahap pertama. “Hanya dimintai keterangan saja,” ujarnya.

Permintaan keterangan ini, sambung dia, untuk menguji data dan dokumen yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Pihak lain yang terkait dengan pengadaan JPS ini juga akan dimintai keterangan. “Kita ambil (pengadaan) yang awal-awal dulu,” kata Kadek Adi. Penyaluran JPS penanganan pandemi Covid-19 Kota Mataram menghabiskan anggaran Rp43 miliar. Satu paket JPS nilainya Rp250 ribu. Paket berisi Isinya beras 10 kilogram, 1 liter minyak goreng, sarden, makanan olahan UMKM seperti abon ikan, kerupuk, dan kue kering, 1 kilogram gula, sabun cair dan sabun batangan.

Penyaluran tahap pertama dan kedua menggunakan anggaran Rp8,6 miliar. Sasaran bantuannya untuk 19.803 KK. Empat rekanan turut serta dalam pengadaan barang dan penyalurannya. Sementara sasaran penyaluran tahap ketiga sampai tahap kelima sebanyak 32.548 KK dengan enam rekanan pelaksana. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional