Pengadaan Anjungan Mandiri, Dukcapil Minimalisir Calo Adminduk

Sejumlah warga mengantre di bawah tenda yang dipasang di depan Kantor Dinas Dukcapil Kota Mataram di Kompleks Perkantoran di Jalan Lingkar Selatan untuk mengurus adminduk. Di tahun 2021 Dukcapil akan mengadakan anjungan dukcapil mandiri untuk mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram tahun ini melakukan pengadaan satu unit anjungan dukcapil mandiri. Alat ini ditujukan mempermudah pelayanan bagi masyarakat serta meminimalisir calo administrasi kependudukan (adminduk).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia menjelaskan, anjungan dukcapil mandiri merupakan terobosan dari pemerintah pusat khususnya Kementerian Dalam Negeri di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Alat ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengambil produk administrasi kependudukan. Seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) serta kartu identitas anak. “Tahun ini cuma satu unit saja,” kata Evi dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, 13 Januari 2021.

Alat ini jelas Evi, sebenarnya telah diluncurkan di tahun 2020 lalu. Tetapi Kota Mataram baru pengadaan alat itu tahun ini. Anjungan adminduk mandiri akan dipasang di tempat keramaian yang potensial untuk pelayanan. Penempatan alat berpindah – pindah tergantung dari kebutuhan masyarakat. “Lokasinya mobile (berpindah-pindah, red),” ucapnya.

Sebelum dimanfaatkan alat itu akan disosialisasikan terlebih dahulu ke masyarakat terkait tata cara penggunaan. Masyarakat bisa menikmati layanan tersebut dengan jika data dirinya terverifikasi atau terdaftar dalam database di Dukcapil. Contohnya sebut Evi, permohonan KTP harus orang yang bersangkutan. Persyaratan bisa langsung dimasukkan dari anjungan dukcapil mandiri. Setelah mendapatkan persetujuan dari admin baru bisa dilakukan pencetakan. “Prinsipnya hampir sama seperti pelayanan secara daring,” jelasnya.

Pelayanan adminduk secara daring tujuannya utamanya adalah mengurangi aktivitas kontak fisik secara langsung antara petugas dengan masyarakat. Kedua, memudahkan keterjangkauan pelayanan adminduk. Dan paling penting tegas Evi, menghindari praktik percaloan dalam pengurusan adminduk. “Kita ingin mengurangi kontak langsung apalagi ini kan masih pandemi,” ucapnya.

Secara bertahap pengadaan alat ini akan disediakan di Kota Mataram, tetapi tergantung dari ketersediaan anggaran. Menurutnya, inovasi ini sangat penting untuk mempermudah serta mendekatkan pelayanan ke masyarakat. (cem)