Pengadaan Air Bersih Terkendala Buruknya Kualitas Air

Mataram (suarantb.com) – Pengadaan pipa PDAM untuk mengalirkan air bersih ke lima kecamatan yang ada di sekitar bendungan Pandanduri Lombok Timur terkendala buruknya kualitas air. Pasalnya, banyak masyarakat yang melakukan budidaya ikan di bendungan Pandanduri.

Hal tersebut dikatakan tokoh masyarakat sekitar bendungan Pandanduri, H. Najamudin Mustafa kepada wartawan, Kamis, 17 November 2016. Menurutnya, kebutuhan yang paling urgen bagi masyarakat pada lima kecamatan yang berada di sekitar bendungan Pandanduri adalah kebutuhan air untuk mandi, minum dan mencuci.

Iklan

“Lima kecamatan di sekitar Pandanduri belum tersentuh. Kecamatan Sakra Timur, Barat, Tengah, Keruak dan Jerowaru. Keramba ikan menyebabkan kualitas air tercemar, masih ada bau dan gatal,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di satu sisi sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan pipa PDAM tersebut jika buruknya kualitas air bendungan bisa di atasi. Menurut Najamudin buruknya kualitas air itu menyebabkan Kementerian PU tidak berani melanjutkan pembangunan. Karena khawatir terbentur masalah kesehatan oleh buruknya kualitas air tersebut di kemudian hari.

“Dana sudah disiapkan oleh kementerian PU, tinggal menunggu pemerintah menyelesaikan masalah keramba ikan ini,” katanya.

Ia tidak menampik adanya manfaat bagi sebagian masyarakat dengan adanya budidaya ikan tersebut. Akan tetapi, jauh lebih besar manfaat yang akan diterima masyarakat dengan dialirkannya pipa PDAM ke semua masyarakat di lima kecamatan tersebut.

“Keramba ikan menyebabkan kualitas air tercemar. Masih ada bau dan gatal. Ini menjadi tugas bagi pemerintah untuk menyelesaikan hal itu. Memang ada manfaat dari keramba ikan ini. Tapi lebih banyak manfaatnya mana dengan kebutuhan air bersih,” terangnya.

Untuk itu, politisi PKB NTB ini meminta Pemkab Lombok Timur bersama dengan Pemprov NTB segera mencarikan solusi atas persoalan tersebut. Karena kementerian PU akan menggelontorkan dana untuk pemasangan pipa ketika persoalan itu diselesaikan.

“Pemerintah provinsi dan Lombok Timur harus bekerja sama untuk menyelesaikan ini. Kementerian PU sudah siap untuk pipanisasi asalkan keramba itu diselesaikan,” katanya. (ast)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here