Penertiban Reklame di Mataram Terkendala Cuaca

Mataram (Suara NTB) – Penertiban reklame tak berizin yang dimulai Kamis, 20 Oktober 2016 lalu tak berlanjut karena kendala cuaca. Pada hari pertama tersebut, hanya tujuh reklame yang berhasil ditertibkan. Demikian disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Perizinan Bidang Perizinan dan Bina Peran Serta Masyarakat Dinas Pertamanan Kota Mataram, Agus Mariadi kepada Suara NTB, Minggu, 23 Oktober 2016.

Pada Kamis lalu rencana awalnya ada 72 reklame di Jalan Pejanggik, Cakranegara yang akan ditertibkan. Namun karena terkendala cuaca atau hujan lebat selama beberapa hari terakhir, proses penertiban ditunda. “Untuk sementara (penertiban) terkendala hujan. Hari Jumat (21/10) kami turun mendata kembali biar tidak terjadi missed,” jelasnya.

Iklan

Agus mengatakan pada Jumat pekan lalu, pihaknya berencana kembali menertiban puluhan reklame di Jalan Pejanggik. Namun pada siang hari terjadi hujan lebat sehingga kembali tertunda. Penertiban kembali dijadwalkan pada Senin, 24 Oktober 2016 hari ini. “Senin besok (hari ini) rencana akan turun lagi, mudah-mudahan tidak hujan,” harapnya.

Dari 72 reklame di Jalan Pejanggik yang rencananya akan ditertibkan, Agus menyebutkan hanya tujuh reklame yang berhasil diturunkan pihaknya baik reklame berukuran besar dan kecil milik beberapa toko.

“Hari Kamis itu tidak sampai 72 reklame, hanya beberapa saja. Tadinya penertiban mau terus berlanjut tapi terkendala hujan,” jelasnya. Proses penertiban disampaikan Agus memakan waktu lama. Apalagi yang ditertibkan ialah reklame berukuran besar. “Kalau satu reklame berukuran besar itu memakan waktu, apalagi kendaraan ramai,” kata Agus.

Hari ini penertiban reklame masih di seputaran Jalan Pejanggik, Cakranegara. Proses penertiban ini disampaikan Agus akan terus berlangsung sampai data reklame yang tak berizin habis diturunkan. Namun pihaknya tak bisa menentukan sampai kapan penertiban dijadwalkan. Ia mengatakan ada kemungkinan jumlah reklame yang tak berizin berkurang karena pemilik reklame melakukan perpanjangan izin dan membayar tunggakan reklame.

Tim penertiban ialah tim terpadu yang berasal dari berbagai instansi  seperti Dinas Pertamanan Kota Mataram, Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Mataram, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Mataram, dan Satpol PP Kota Mataram. Dalam penertiban pekan lalu, Dinas Pertamanan mengerahkan delapan orang petugas Bidang Perizinan. Selain itu turun pula para anggota Satgas Pertamanan untuk membantu proses penertiban. (ynt)