Penertiban Pasar Seketeng, Begini Suasananya

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Aparat gabungan menertibkan para pedagang yang berjualan di depan Pasar Seketeng, Sumbawa Besar, Jumat, 28 April 2017. Dalam penertiban, tanpa ada perlawanan dari pedagang, karena terlebih dahulu diberikan pemahaman oleh petugas. Bahkan masyarakat setempat juga ikut berpartisipasi dalampenertiban.

Pantauan Suara NTB, penertiban dilakukan pagi hari dimulai dengan pelaksanaan apel personel di Pospol Kota Sumbawa. Apel dipimpin langsung Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo, S.IK., MT. Dalam penertiban melibatkan sekitar 135 personel, baik dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa, Dinas Pol PP, aparat kepolisian, TNI dan instansi lainnya. Termasuk tokoh masyarakat Kelurahan Seketeng ikut berpartisipasi dalam melakukan penertiban.

Iklan

Sebelum ditertibkan, para pedagang yang berjualan di atas trotoar dan badan jalan di sepanjang jalan depan Pasar Seketeng diberikan pemahaman. Sehingga dalam penertiban tidak ada perlawanan yang dilakukan para pedagang. Bahkan ada juga pedagang yang membongkar sendiri lapaknya.

Tetapi, tidak adanya perlawanan bukan berarti tidak ada keluhan yang disampaikan para pedagang. Seperti halnya Dewi, pedagang ikan yang sudah lama berjualan di depan pasar. Kepada Suara NTB, ia mengaku tetap mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah demi kebaikan pedagang. Termasuk sangat merespon apa yang disampaikan pemerintah. Bahkan ia dan pedagang lain mengakui kesalahannya karena berjualan di atas trotoar.

“Kita tahu kita salah, cuma keadaan sudah salah dari awalnya sejak dulu. Meskipun demikian, kita tetap ditarik retribusi setiap harinya oleh petugas,” ujarnya.

Kata Dewi, pemerintah harus memberikan solusi terhadap persoalan yang terjadi di Pasar Seketeng. Karena persoalan di Pasar Seketeng merupakan persoalan yang belum terjawab dari dulu. Mengenai hal ini juga sudah pernah dilakukan hearing di DPRD Sumbawa. Namun hingga saat ini tidak ada perubahan.

“Kan kita ditarik uang retribusi setiap harinya. Kemana uang itu. Seharusnya dengan uang retribusi itu bisa dilakukan penataan dengan menyiapkan fasilitas-fasilitas. Apalagi retribusi ini sudah berlangsung sejak lama,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Datia pedagang lainnya. Pada prinsipnya ia dan pedagang lain juga tidak keberatan jika harus berjualan di dalam pasar. Tetapi para pedagang lainnya juga harus dipindahkan semua.

“Paling tidak kami diberikan kesempatan dulu untuk berjualan. Sampai kondisi di dalam pasar representatif. Baik dari segi penataan dan sejumlah sarana prasarana,” terangnya. Jadi sambungnya, solusinya siapkan tempatnya terlebih dahulu.

Sementara Kabid Pasar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Arif Alamsyah menyampaikan penertiban yang dilakukan merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya direncanakan. Penertiban tahun ini bertepatan dengan pelaksanaan lomba Kelurahan Seketeng di lokasi Pasar ini. Jadi perlu ada dukungan masyarakat Seketeng terutama, masyarakat Sumbawa secara umum karena kondisi pasar Seketeng ini cukup kumuh.

“Pada dasarnya masyarakat mendukung dan pedagang kami sudah sosialisasikan dari jauh-jauh hari. Alhamdulillah walaupun ada pro kontra dengan kesadaran sendiri mereka menerima,” ujarnya

Pihaknya sudah menghimbau masyarakat untuk mengisi lokasi pasar yang masih kosong. Disamping itu, selain Pasar Seketeng juga ada pasar lain yang lokasinya cukup dekat, belum penuh. Seperti Pasar Brang Biji dan Pasar Brang Bara. Hanya saja pedagang karena magnetnya di Pasar Seketeng, sehingga memaksakan diri berkonsentrasi berjualan meskipun diketahui kapasitasnya sudah maksimal.

Mengenai retribusi, berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang retribusi jasa umum, ruang berjualan ukurannya 1×1 dibayar Rp 1.000 ditambah Rp 500 untuk sampah. Jika pedagang menggunakan ruang lebih dari itu, maka pembayarannya lebih. Sementara untuk penertiban tempat parkir, sesuai hasil rapat koordinasi diakuinya menjadi salah satu titik yang harus dibenahi.

Guna menjaga ketertiban pedagang dan parkir di depan pasar, pihaknya sudah berkoordinasi Dinas Pol PP dan Dinas Perhubungan. Nantinya akan ditempatkan personel baik dari Pol PP maupun Dishub di lokasi. Supaya kondisi pasca penertiban tetap terjaga. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here