Penertiban di Bangsal Diwarnai Aksi Blokir oleh Warga

Tanjung (Suara NTB) – Upaya penertiban di kawasan Bangsal yang dilakukan Pemda Kabupaten Lombok Utara, sejauh ini berjalan lancar. Hanya saja, di hari ketiga penertiban, Rabu, 2 November 2016, terjadi insiden pemblokiran akses jalan masuk oleh warga. Mereka dari kalangan Anggota Koperasi Harapan Bersama (Harber) Pemenang.

Pantauan koran ini, aksi pemblokiran dilakukan sekitar pukul 09.00 pagi. Sejumlah armada kendaraan roda empat diparkir melintang di badan jalan, tepat di depan Terminal Pemenang. Akibatnya kendaraan yang mengangkut wisatawan harus antre untuk beberapa saat.

Iklan

Aksi itu muncul sebagai respon Anggota Koperasi Harber yang menilai penertiban tidak dilakukan secara menyeluruh terhadap mobil jasa perjalanan wisata yang ada, sehingga memicu kecemburuan.

Menurut Pengurus Koperasi Harber, Andi Nursabandi, pemerintah harusnya memberlakukan penertiban secara menyeluruh. Memanfaatkan areal terminal sebagai lahan parkir, maka seluruh kendaraan baik kendaraan roda dua maupun roda empat masuk areal terminal. Aneh bagi mereka, petugas membiarkan begitu saja setiap kendaraan milik travel memasuki pelabuhan.

“Kita pada dasarnya menutup akses jalan ini sebagai bentuk protes, karena kami melihat tidak maksimalnya upaya penjagaan di terminal bangsal oleh petugas yang ditempatkan,” ungkapnya.

Pria yang sebelumnya menjabat Ketua Panwaslu Lombok Utara ini menyebut, masih terdapat perbedaan perlakuan terhadap kendaraan travel Koperasi Harber dan Angkutan milik Koperasi Wisata Nusantara Mancanegara (Wisnuman) yang tetap mangkal di pelabuhan Bangsal.

Jika angkutan travel Koperasi Harber menunggu di areal terminal, travel Wisnuman justru menunggu penumpang di areal Bangsal sesuai dengan lokasi semula menunggu penumpang. Adanya penempatan lokasi berbeda antara dua angkutan travel ini memengaruhi tingkat pendapatan, khususnya anggota Koperasi Harber.

Meski insiden pemblokiran cukup mengganggu lalu lintas keluar masuk pengunjung tiga gili, namun aksi itu tidak mengarah pada kekerasan fisik antar anggota Koperasi. Hal ini tak lepas dari kesigapan Pemda, dibantu syahbandar, TNI dan kepolisian yang terlibat sebagai tim penertiban.

Terpisah, Ketua Tim Penertiban Pelabuhan Bangsal dan Teluk Nara, H. Ahmad Dharma usai menggelar pertemuan dengan kedua belah pihak, mengungkapkan telah mengambil kebijaksanaan baru. Dimana, Tim Penertiban dan perwakilan kedua koperasi sepakat bahwa mulai Kamis hari ini, angkutan travel Wisnuman diperbolehkan mangkal di areal pelabuhan bangsal terbatas pada lima unit kendaraan. Sedangkan angkutan travel Harber,  tetap mangkal menunggu penumpang di areal Terminal Bangsal.

“Wisnuman ini memang parkir di pelabuhan bangsal sebelumnya, namun untuk saat ini kita kurangi jumlahnya, untuk mengurangi kepadatan di areal Pelabuhan Bangsal,” katanya.

Pembatasan lima unit kendaraan travel di Pelabuhan Bangsal sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu wisatawan memerlukan jasa angkutan begitu turun dari kapal penyeberangan. Namun jumlah ini diperkirakan tidak signifikan, sehingga memberi peluang bagi travel lain yang mangkal di areal terminal.

Di lain pihak, Ketua Koperasi Wisnuman, Raden Bambang Sunarto, mengatakan bahwa lokasi parkir angkutan travel milik anggota koperasi di areal pelabuhan sudah berlangsung sejak lama.  Hal ini bahkan sudah ditetapkan oleh anggota koperasi sesuai akta pendirian koperasi. Dengan adanya penertiban serta insiden pemblokiran jalan ini, pihaknya legowo untuk mengurangi jumlah armada demi kondusivitas dan kenyamanan bersama.

“Kami juga minta kendaraan luar yang mengangkut penumpang maupun barang menuju pelabuhan bangsal, tidak berlama-lama di areal pelabuhan. Setelah menurunkan tamu dan barang, mereka harus langsung keluar. Kami juga tidak ingin areal pelabuhan terlihat semrawut,” ujarnya. (ari)