Penerimaan CPNS, Calo di Lobar Catut Nama BKD

Ilustrasi Seleksi CPNS.(Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Ratusan peserta CPNS yang ikut Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hari pertama dinyatakan gugur diakibatkan tidak hadir dan nilainya tidak memenuhi passing grade. Selama pelaksanaan tes CPNS ini, masyarakat khususnya peserta diingatkan tidak mudah terpengaruh calo yang menjanjikan lulus tes CPNS dan meminta imbalan. Tidak hanya itu, calo ini mencatut nama Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM) Lombok Barat (Lobar).

Demikian disampaikan Kepala BKD dan PSDM Lobar Suparlan, S.Sos., pada Suara NTB, Kamis, 6 Februari 2020. Diakuinya, calo tidak hanya bermain dalam penerimaan CPNS, tapi untuk memasukkan tenaga honorer saja banyak calo yang bermain.

Iklan

“Teman-teman BKD dan saya dicatut oleh oknum untuk iming-iming jadi tenaga honor dan lulus CPNS. Kami tegaskan jangan sampai masyarakat percaya. Proses tes CPNS ini terbuka dan transparan menggunakan sistem CAT. Jadi tidak ada celah untuk bermain,” tegas dia.

Ia menegaskan, jangan sampai masyarakat terkena bujuk rayu dan iming-iming dari calo. Terkait adanya oknum ASN Lobar terlibat dalam calo, seperti dilaporkan warga ke BKD Provinsi. Menurut dia, pihaknya belum mendapatkan laporannya. Ia mengimbau agar pihak yang merasa dirugikan melaporkan ke aparat penegak hukum. “Laporan saja ke aparat, biar bisa diungkap,” sarannya.

Sementara jumlah peserta yang hadir ikut tes SKD pada hari pertama sebanyak 443 dari 500 peserta yang harusnya hadir ikut tes. Dari jumlah ini, berdasarkan hasil tes SKD nilai tertinggi yang diperoleh peserta mencapai 415 dan nilai terendah 185. Sehingga dari jumlah peserta 443 orang, dinyatakan memenuhi passing grade sebanyak 140 orang, sedangkan sisanya sebanyak 303 orang nilainya tidak memenuhi passing grade.

Meski demikian, ujarnya, peserta yang memenuhi passing grade ini pun tidak serta merta bisa ikut tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), sebab peserta ini akan disaring kembali melalui perangkingan yakni mereka yang diakomodir tiga kali jumlah formasi. Misalnya, formasi dokter di Sekotong ada dua formasi. Maka dua formasi dikali tiga, sehingga enam besar nilai passing grade bisa ikut tahapan selanjutnya. Dalam pelaksanaan tes berjalan lancar. Pihaknya bahkan menyiapkan tempat khusus bagi anggota keluarga peserta untuk tempat tunggu dan menyusui. Termasuk anggota keluarga yang ingin melihat langsung nilai. (her)