Penerima JPS Tidak Boleh Ganda

Hj. Baiq Asnayati. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Penyaluran paket bantuan sembako jaring pengaman sosial (JPS) diharapkan tepat sasaran. Meskipun puluhan ribu paket tersebut telah disalurkan ke masing-masing kelurahan, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram meminta data penerima yang sebelumnya telah menerima bantuan dari program lain agar dapat digantikan oleh masyarakat yang belum terakomodir program bantuan.

Kepala Dinsos Kota Mataram, Baiq Asnayati menerangkan sampai saat ini pihaknya memang belum menerima laporan pasti terkait progres penyaluran JPS dari tingkat kelurahan ke masyarakat. Pasalnya, masing-masing kelurahan belum menyerahkan berita acara penyaluran bantuan bagi 32.163 kepala keluarga se-Kota Mataram tersebut.

Iklan

“Kita perkirakan sekarang (penyaluran) sudah lebih dari 50 persen. Tetapi ada beberapa kelurahan yang melakukan muskel (musyawarah kelurahan) dulu untuk tahap penggantian penerima,” ujar Asna, Jumat, 10 September 2021.

Diterangkan, berdasarkan aturan penyaluran JPS tidak diperkenankan penerima manfaat yang telah terakomodir bantuan pemerintah lain. Seperti program keluarga harapan, bantuan sosial tunai, bantuan pangan non tunai, dan lain-lain.

“Jadi aturannya itu kalau dia sudah menerima bantuan tapi tetap masuk (daftar penerima JPS), dia harus ada penggantiannya. Memang saat kita menyalurkan JPS itu ada juga beberapa bantuan sosial dari berbagai pihak, termasuk dari kementerian, yang tiba-tiba diterima masyarakat,” jelas Asna.

Untuk pengadaan JPS Pemkot Mataram menyiapkan anggaran Rp5 miliar. Di mana penyaluran bantuan tersebut disesuaikan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2021 yang mengatur pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.

Dalam penyaluran bantuan tersebut tetap dipertahankan pola pengadaan yang lama. Yaitu mengakomodir produk-produk UMKM lokal seperti jajanan kering, kerupuk, dan lain-lain. Paket JPS sendiri berisi produk UMKM seperti kerupuk kulit, jajanan dan abon ayam senilai Rp150 ribu. Selain itu, diberikan juga bantuan beras sebanyak lima kilogram kepada masing-masing penerima manfaat.

Menurut Asna, pihaknya telah menyiapkan mekanisme penggantian paket tersebut. Baik untuk paket yang ditemukan dengan isian kurang atau rusak, maupun bagi masyarakat yang dinilai tidak berhak mendapatkan bantuan melalui program JPS.

“Sebelum kita diberikan berita acara penggantian, kita belum bisa persentasekan berapa yang sudah tersalurkan. Karena itu kita tunggu dulu berita acara penggatiannya yang sekarang masih di kelurahan. Yang ganda memang ada, tapi tidak banyak,” tandas Asna. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional