Penerbangan Lombok – Kuala Lumpur Dibuka Bulan Depan

Ilustrasi aktivitas penerbangan di NTB.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Aktivitas penerbangan di Bandar Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dijadwalkan akan mengalami peningkatan awal Juli mendatang. Prediksi ini, mengikuti pembukaan kembali penerbangan internasional untuk rute Lombok – Kuala Lumpur.

 

Iklan

Communication and Legal Section Head PT. Angkasa Pura I LIA, Arif Haryanto menerangkan, beberapa maskapai juga telah menjadwalkan penambahan frekuensi dan rute penerbangan dari dan ke Lombok pada 1 Juli mendatang. “Rute internasional dari dan ke Kuala Lumpur pada Juli nanti sudah mulai dibuka,’’ ujarnya, Senin, 29 Juni 2020.

Dengan dibukanya rute internasional tersebut, peningkatan jumlah penumpang disebutnya mungkin saja terjadi. Di mana berdasarkan catatan PT. Angkasa Pura I LIA sampai dengan Juni rata-rata penerbangan mengangkut 550 penumpang setiap hari. Sedangkan padan Mei 2020 jumlahnya hanya 727 penumpang dalam satu bulan.

Di sisi lain, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional juga mengeluarkan aturan terbaru terkait masa berlaku rapid test dan PCR test dari 4-7 hari menjadi 14 hari. Di mana hasil kedua jenis tes ini masih menjadi syarat wajib untuk bisa melakukan penerbangan ke luar daerah.

Sebagai informasi, ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No. 09/2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 07/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

‘’Kebijakan terbaru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tersebut kemungkinan memang akan membuat peningkatan pergerakan penumpang di Bandara Lombok,’’ jelas Arif. Kendati demikian, untuk persentase peningkatan jumlah penumpang diakuinya belum dapat dipastikan.

Dalam situasi pandemi virus Corona (Covid-19) yang masih berlangsung BIZAM, masih mensyaratkan beberapa hal bagi penumpang yang ingin melakukan penerbangan. Untuk itu, kondisi saat ini diakui masih dalam tahap adaptasi. Di mana penumpang masih memerlukan persyaratan dokumen kesehatan seperti hasil rapid test atau PCR test.

  Pemprov Fasilitasi Pemulangan WNA yang Meninggal

Selain itu, masyarakat juga diharapkan memiliki petimbangan-pertimbangan mendesak jika memutuskan ingin berpergian ke luar daerah. ‘’Apalagi ke Lombok yang lebih cenderung sebagai destinasi pariwisata. Kalau kemungkinan naik (pergerakan penumpang) iya. Kita bisa lihat di rencana penerbangan, jumlah penerbangan juga meningkat,’’ jelas Arif.

Terpisah, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menerangkan, pihak maskapai menyambut baik peraturan terbaru dari Gugus Tugas Covid-19 Nasional yang diakui mempermudah penumpang. ‘’Calon penumpang hanya membutuhkan bukti tes kesehatan seperti Rapid Test, PCR Test dan atau surat keterangan kesehatan. Itu untuk rapid tes berlaku selama 14 hari,’’ ujarnya, Senin, 29 Juni 2020.

Kendati demikian, calon penumpang diharapkan tetap mencermati masa berlaku dari dokumen kesehatan yang digunakan. Selain itu, agar memperhatikan dan memenuhi ketentuan-ketentuan perjalanan udara sebagaimana yang diatur oleh daerah masing-masing. ‘’Untuk penerbangan internasional wajib menggunakan uji kesehatan RT-PCR dengan hasil negatif,’’ tandasnya. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here