Penerbangan Kuala Lumpur – Lombok Dibuka, Pengiriman PMI Masih Dilarang

Pemeriksaan penumpang AirAsia dari Kuala Lumpur yang tiba di Bandara Lombok, Kamis, 2 Juli 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dibukanya kembali penerbangan langsung Kuala Lumpur – Lombok, memberi kesempatan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia untuk kembali ke NTB. Kendati demikian, untuk pengiriman PMI sampai saat ini masih belum bisa dilakukan.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Abdul Hadi, menerangkan sampai saat ini pengiriman PMI memang harus dihentikan. Merujuk pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 151 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia.

Iklan

“Walaupun penerbangannya dibuka, kita tetap mengacu protokol kesehatan. Jadi Kementerian Tenaga Kerja RI sudah mengeluarkan surat itu (Permenaker 151 2020) untuk penghentian sementara. Kalau sudah dicabut itu, barus sudah (bisa dilakukan pengiriman PMI),” jelas Hadi kepada Suara NTB, Jumat, 3 Juli 2020.

Terpisah, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Mataram, Abri Danar Prabawa, menerangkan dibukanya kembali penerbangan internasional Kuala Lumpur – Lombok perlu menjadi atensi bersama. Terutama untuk menghindari keberangkatan non-prosedural PMI NTB.

Diterangkan, sampai saat ini 6.456 PMI yang telah siap berangkat namun terhalang pandemi virus Corona (Covid-19). ‘’Ini yang menjadi perhatian kita bukan yang kembali saja. Dengan pembukaan penerbangan langsung ke Malaysia, kita juga melakukan koordinasi keberangkatan,’’ ujar Abri kepada Suara NTB, Jumat, 3 Juli 2020.

Untuk mengantisipasi PMI yang berusaha pergi ke negara penempatan tanpa mengikuti prosedur pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di masing-masing pintu masuk, termasuk bandara. Khususnya untuk melakukan pengecekan bagi warga NTB yang memiliki rencana ke luar daerah atau ke luar negeri.

“Kami sudah sampaikan Peraturan Menteri Nomor 151 itu masih berlaku. Jadi kita pasti akan cek (masyarakat yang akan ke luar ngeri). Kemarin (dengan penerbangan langsung) Cuma ada 2 penumpang yang berangkat, dan itu bukan PMI,” jelasnya.

Di sisi lain, persentase kepulangan PMI dengan dibukanya penerbangan langsung Kuala Lumpur – Lombok mengalami peningkatan drastis. Dari penerbangan perdana Kamis (2/7) lalu, tercatat 112 penumpang yang mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

“Jadi penerbangan dari Malaysia menuju Lombok itu dibuka Kamis kemarin. Dari sekitar 112 penumpang, 109-nya itu PMI. Jadi bisa dibilang hampir 100 persen,” jelas Abri. Diterangkan, PMI tersebut sebagian besar berasal dari Lombok Timur, Lombok Barat, dan Sumbawa.

“Penerbangan ini selama Juli ada 3 kali per minggu. Selasa, Kamis, dan Sabtu. Kami sudah menyiapkan petugas untuk membantu proses pendataan di sana. Karena bisa dipastikan sebagian besar pasti PMI,” ujar Abri.

Hal tersebut diperlukan, mengingat setiap harinya kepulangan PMI terus terjadi di tengah pandemi Covid-19. “Kemarin tanggal 1 Juli ada 10 orang yang pulang dengan penerbangan domestik, transit dari Jakarta. Tanggal 2 ada 17 orang dengan penerbangan domestik, plus 109 orang dengan penerbangan langsung itu,’’ pungkasnya. (bay)