Penerapan Protokol Kesehatan Kendor, Kasus Covid-19 Terus Meningkat

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram melakukan pemeriksaan kesehatan swab antigen terhadap pengunjung salah satu tempat hiburan di Mataram, Sabtu malam. Penerapan protokol kesehatan kendor di masyarakat sehingga dikhawatirkan memicu penularan Covid-19. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pelonggaran aktivitas ekonomi serta sosial disinyalir menjadi pemicu kendornya penerapan protokol kesehatan (prokes) di tengah masyarakat. Di satu sisi, jumlah kasus baru positif Covid-19 di Mataram terus meningkat. Pendisiplinan diintensifkan menyasar pusat perbelanjaan serta tempat hiburan.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dua pekan terakhir melakukan swab antigen secara acak di pusat perbelanjaan dan tempat hiburan. Total 55 pengunjung dan karyawan mal diperiksa kesehatannya oleh petugas kesehatan. Hasilnya tidak ditemukan reaktif atau positif. “Dua minggu ini kita sudah periksa di mal dan tadi malam di tempat hiburan. Pengunjung kita swab hasilnya negatif semua,” kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra dikonfirmasi via ponselnya, Minggu, 24 Januari 2021.

Iklan

Pemeriksa kesehatan di tempat hiburan dilaksanakan bersama tim gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP. Tim Gugus Tugas kata Jack, sapaan akrabnya, tidak mencari kasus positif, tetapi mendisiplinkan masyarakat terhadap prokes yang mulai kendor. Rata – rata pengunjung menggunakan masker. Jaga jarak ini sulit dikendalikan padahal berpotensi terjadinya penularan virus corona.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau supaya prokes diperketat, sehingga mencegah terpapar virus. “Kita juga ingin mencari peta dari hasil data yang ada dikroscek dan diacak dari komunitas yang ada,” katanya.

Penambahan kasus baru masih didominasi oleh klaster perkantoran. Klaster perkantoran lebih mudah menganalisa karena mereka sering melakukan perjalanan keluar daerah. Pihaknya ingin mengetahui penyebarannya, sehingga akan meminta izin ke Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB dan Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Mataram untuk melakukan swab antigen secara acak di instansi vertikal dan di organisasi perangkat daerah (OPD) teknis di Lingkup Pemkot Mataram. “Nanti kita minta izin dulu ke bu Wagub dan Pak Wali untuk swab antigen secara acak ini,” terangnya.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menambahkan, razia tempat hiburan malam dan kafe bersama aparat gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP dalam rangka meminimalisir potensi terjadinya penularan Covid-19. Salah satu dilakukan adalah memeriksa kesehatan secara acak pengunjung, sehingga diharapkan masyarakat mengurangi aktivita yang berpotensi terjadinya penularan. “Opgab kita laksanakan bersama Polresta Mataram dan Dandim 1606 Lobar dalam rangka meminimalisir potensi penularan Covid-19,” kata Martawang.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa sebelumnya mengatakan, ada kecenderungan masyarakat mulai menormalkan diri, sehingga prokes sedikit kendor. Dia memperhatikan masyarakat tetap menggunakan masker ketika keluar rumah, namun jaga jarak sulit dihindari. Hal ini menjadi konsekuensi dari pelonggaran aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat. “Kita juga tidak bisa seperti daerah lain. Ikhtiar kita bagaimana ekonomi berjalan tapi prokes ini juga dilaksanakan secara ketat,” demikian kata dia. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional