Penerapan Prokes di Lotim Semakin Lemah

H. M. Juaini Taofik. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Unsur pemerintah saat ini tengah mempercepat proses vaksinasi kepada masyarakat dalam menghadapi Covid-19. Namun di balik vaksinasi yang masif, pemerintah dihadapkan pada penerapan protokol kesehatan (prokes) masyarakat yang semakin lemah.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik,MAP., tidak menampik tantangan yang dihadapi saat ini terkait melemahnya penerapan prokes di tengah-tengah masyarakat dalam menghadapi virus Corona. Untuk itu, ia berharap supaya semua pihak secara konsisten saling mengingat penerapan prokes dalam melawan virus Corona.

Iklan

Sekda Lotim ini mengatakan melaksanakan prokes Covid-19 diibaratkan berlindung di dalam rumah saat hujan turun, sedangkan vaksinasi diibaratkan memakai payung saat hujan. Artinya jauh lebih aman melaksanakan prokes secara konsisten untuk menangkap paparan virus Corona.

Sekda juga mengajak kepada semua pihak untuk mengambil pembelajaran dari kasus yang terjadi di negara India yang semakin parah paparan Covid-19 dikarenakan abainya masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

  “Ada baiknya media dan kita semua memviralkan kasus India, “pelisak baon batu, supaya masyarakat kita sadu“. Pastinya negara sedang berkembang dengan penduduk besar pasti tantangan mengakhiri pandeminya super berat,” ungkapnya, akhir pekan lalu.

Pada kesempatan ini, Sekda juga menyayangkan terjadi kerumunan massa di sejumlah pusat pelayanan yang ada di Kecamatan Selong yang disertai tanpa ada penggunakan masker dan jaga jarak. Persoalan ini, kata dia, akan menjadi atensi pemerintah daerah agar hal serupa tidak terjadi kembali. “Kerumunan yang terjadi akan kami atensi seperti di Kelurahan Pancor. Kami atensi karena dari pemerintah kelurahan kurang mempan,”tegasnya.

Adapun berdasarkan data grafik perkembangan kasus Covid-19 Lotim, jumlah total terkonfirmasi Covid-19 sebanyak, 1.388 orang, sembuh 1.327 orang, masih isolasi 17 orang dan meninggal dunia 44 orang. Jumlah yang masih isolasi karena Covid-19 itu tersebar di 10 kecamatan di Lotim terbagi dalam 14 desa. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional