Penerapan PPKM di Mataram Tak Terlihat

Aktivitas masyarakat di salah satu lingkungan di Mataram terlihat normal. Program PPKM skala mikro tidak terlihat meskipun kasus Covid-19 terus meningkat. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB meminta kabupaten/kota menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro (PPKM) mulai 24 Maret – 4 April.Salah satunya adalah Kota Mataram dengan tingkat kasus Covid-19 tertinggi.Kendati demikian, upaya pencegahan penularan virus corona tak terlihat.

Pantauan Suara NTB, hingga Jumat, 2 April 2021 aktivitas masyarakat di lingkungan berjalan normal. Tidak ada pengawasan secara ketat di pintu masuk seperti awal pandemi 2020 lalu.Tempat cuci tangan maupun pengecekan suhu badan juga demikian.Mobilitas warga cukup tinggi.Bahkan,kegiatan sosial kemasyarakatan berjalan normal.

Iklan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram,Mahfuddin Noor menegaskan,istilah lockdown tidak dikenal di Kota Mataram,tetapi dispesifikasikan dengan PPKM atau penanganan covid-19 berbasis lingkungan (PCBL) seperti dilaksanakan sebelumnya.

Jika mengacu surat instruksi Walikota Mataram Nomor 800/498/BPBD/III/2021 tentang pengendalian,pencegahan dan penanganan wabah pandemi covid-19 dan PPKM. Dalam surat instruksi itu khusus wilayah zona merah dengan tingkat 10 kasus positif dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat 50 persen. “Artinya, tidak boleh ada kegiatan sosial kemasyarakatan.Aktivitas ibadah boleh tapi harus mengikuti protokol kesehatan,”kata Mahfuddin.

PPKM dimulai rentang waktu 23 Maret – 4 April.Mahfuddin menegaskan,pemberlakuan PPKM itu diharapkan fluktuasi kasus Covid-19 melandai,sehingga lebih ditekan penyebaran.Dia membantah bahwa PPKM mikro gaungnya tidak terlihat.Program itu diintegrasikan dengan kampung sehat jilid II.Pengawasan dimulai dari tingkat kelurahan dengan mendirikan posko PPKM guna pencegahan,penanganan,edukasi dan pembinaan masyarakat.“Tetap jalan dan kita integrasikan dengan kampung sehat,”dalihnya.

Meski aktivitas masyarakat terlihat normal,tetapi ia mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih ada. Menurutnya, terpenting adalah masyarakat melaksanakan protokol kesehatan secara lebih ketat.Pengawasan pintu masuk di lingkungan harus diperketat serta memantau mobilitas pengunjung.(cem)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional