Penentuan Pejabat, Sukiman Isyaratkan Tidak Ada Mutasi Signifikan

Selong (Suara NTB) – Pascapemilihan kepala daerah (pilkada) usai, salah satu menjadi sorotan adalah adanya penggantian besar-besaran para pejabat yang akan membantu melaksanakan tugas mewujudkan visi dan misi bupati dan wakil bupati terpilih. Terhadap hal itu, H. M. Sukiman Azmy, mengisyaratkan tidak akan mutasi yang signifikan.

“Biarkan birokrasi ini berjalan, sekarang ini kita juga tidak bisa main-main semua sudah ada aturannya,” ungkap H. Sukiman, Bupati terpilih Lotim saat diwawancara beberapa waktu lalu.

Iklan

Menurut Sukiman, kalangan birokrasi yang ada di Lotim ini adalah orang-orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap atasan. Siapapun menjadi atasannya mereka loyal semua. Siapapun pemimpin di Lotim, semua sangat loyal. Begitupun nantinya saat Sukiman ini kembali memimpin Lotim diyakinkan para pejabat di lingkup Pemkab Lotim ini akan sangat loyal dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Tidak ditampik memang ada oknuim-oknum yang bermetamormosis dalam proses Pilkada. Ada orang-orang yang dinilai berdiri dibanyak kaki dan dan lainnya. Padahal selaku aparatur sipil negara (ASN) dituntut untuk bersikap netral.

Jiika ASN ini benar-benar netral saja, tidak berpihak ke salah satu pasangan calon maka dipastikan Sukiman akan aman. “Kalau benar-benar netral dan hanya mengerjakan tugasnya saja maka aman dia,” ucapnya,

ASN yang tidak netral ini adalah mereka yang telah merusak netralitas. Tindakan ASN yang tidak netral itu kata Mantan Bupati Lotim ini mereka telah membikit penyakitnya sendiri. Prinsip dasar sebagai ASN atau PSN ini katanya adalah PDLT, yakni memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela.

Adapun dalam pengisian jabatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Lotim ini, Bupati terpilih dari Rumbuk Sakra ini meyakinkan akan mengedepankan profesionalitas. “Jika dari Rumbuk dia profesional dan memenuhi syarat kenapa tidak, tapi kalau tidak profesional lalu dipaksakan itu yang salah,” ungkapnya.

Siapapun yang menjabat akan bekerja dengan solid dan diketahui karakternya oleh pimpinan daerah. “Kita nanti akan pilih orang-orang yang berkemampuan tinggi, profesional, loyaliitas tinggi, disiplin dan tidak tercela,” imbuhnya. “Kalau kita mau sukses dengan pekerjaan, harus pilih yang profesional. Kepala Dinas PU-nya, ya insinyur dong, kepala Dinas Kesehatan-nya, ya dokter dong, kita lihat kompetensinya,’’ tambahnya. (rus)