Penemuan Lahan Bawang Fiktif, Distan Lotim Lakukan Verifikasi Ulang

Plt Kepala Dinas Pertanian Lotim,  H. Abadi (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pascaditemukan lahan fiktif seluas 300 hektare (ha) usai verifikasi awal, Dinas Pertanian (Distan) Lotm mencoba melakukan verifikasi ulang untuk mencari lahan-lahan alternatif lain.Kekurangan yang belum terverifikasi ini diyakini akan bisa dipenuhi di Sembalun.

Menjawab Suara NTB, Kamis  31 Januari 2019, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Lotim, H. Abadi mengemukakan tahap pertama sudah didapat lahan seluas 1.300 ha. Sementara yang dibutuhkan adalah 1.642 ha. ‘’Masih ada sisa sekitar 342 ha yang sedang diusahakan ada semua di Sembalun yang sudah ditetapkan sebagai zona pertama (Zona I) lokasi budidaya bawang putih,’’ terangnya.

Iklan

Saat ini, tambahnya, sedang berlangsung verifikasi tahap kedua. Pada proses verifikasi petani dan lahan ini dilakukan cukup ketat dengan melibatkan langsung aparat kepolisian dan kejaksaan serta aparat dari TNI AD.  Pihaknya juga tetap melibatkan kelompok-kelompok tani serta kepala desa setempat.

Proses verifikasi tahap kedua ini diharapkan bisa rampung pekan ini. Sedangkan yang sudah dinyatakan fiktif sebelumnya secara otomatis gugur pascaverifikasi tahap pertama rampung dilaksanakan. “Kan sudah ada pencabutan surat keputusan (SK) juga,” ungkapnya.

Abadi kembali menegaskan, jika data lahan fiktif yang disebut sebelumnya oleh wakil bupati, karena saat verifikasi petani tidak datang.  ‘’Dari 1.642 ha bantuan akan diberikan kepada 332 kelompok. Saat verifikasi awal dilakukan, ada juga kegiatan rasionalisasi. Semisal si A memiliki sawah 2 ha, tapi yang masuk 25 are, sehingga dinaikkan lagi,’’ tambahnya.

Verifikasi dilakukan semata untuk melahirkan data yang lebih riil dan sesuai dengan fakta di lapangan. Tidak ditemukan ada yang dobel-dobel dan ada yang tidak memiliki bukti kepemilikan lahan.

Ditambahkan, dalam kegiatan budidaya bawang putih yang didanai oleh APBN ini ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lotim dengan Peraturan Bupati Nomor 3 tahun 2019 yang mengatur ada zonasi. Saat ini, tambahnya, budidaya masih fokus di Sembalun sebagai zona I. Apabila zona I ini sudah tidak tersedia lahan lagi, maka bisa dicarikan lokasi di luar Sembalun.

Mengingat luasan areal untuk tanam bawang putih tersebut, maka sebagian besar wilayah Sembalun akan penuh dengan tanaman bawang putih. Hal ini juga karena Sembalun merupakan areal yang paling cocok sebagai tempat budidaya bawang putih varietas Sangga Sembalun. Tidak menutup kemungkinan ada pengembangan kawasan baru, Sembalun I, Sembalun II dan Sembalun III.

Di luar ada juga potensi Lotim dengan ketinggan 800 mdpl bisa dijadikan lahan menanam bawang putih. Kawasan luar Sembalun ini masuk zona II yang fokus  nantinya digunakan untuk menanam bawang putih yang bersumber dari importir pengadaan bibitnya. Adapun penanaman dalam waktu dekat akan dimulai setelah rampung semua proses verifikasi.

Diketahui sebelumnya, upaya mengembalikan kejayaan bawang putih Sembalun ini terkendala bibit. Mulai musim tanam 2019 ini diyakinkan bibit varietas Sangga Sembalun sudah tersedia. Luas areal yang sudah ditetapkan 1.642 ha itu sudah disediakan bibit sebanyak 985,2 ton.

Mengenai produktivitas lahan di areal sawah bisa tembus 18 ton per ha. Sedangkan untuk areal tadah hujan, produksi bisa tembus 15 ton per ha.  “Sekarang kan musim hujan sehingga areal tadah hujan ini bisa ditanami,” terangnya. (rus)