Penemuan Kayu Diduga Hasil Pembalakan Liar Terus Berlanjut

Dompu (Suara NTB) – Operasi lanjutan yang digelar Kodim 1614/Dompu di Desa Karamabura Kecamatan Dompu berhasil mengamankan 2,5 kubik kayu diduga hasil pembalakan liar. Kayu berbentuk balok dan gelondongan ini ditemukan tak bertuan di So Madafanda, Senin, 22 Mei 2017 pukul 9.20 Wita.

Dandim 1614/Dompu, Letkol CZI Arif Hadiyanto, SIP., melalui Danunit Inteldim Lettu Kav M Kasim mengatakan, sebagai lokasi yang dilaporkan rawan penebangan liar pihaknya tak puas dengan penemuan barang bukti sebelumnya di So Randi, sehingga dilakukan penyisiran beberapa titik lainya.

Iklan

“Penyisiran mulai Pukul 7.00 Wita itu menyasar beberapa wilayah yang dilaporkan rawan penebangan liar oleh masyarakat, kemudian Pukul 9.20 Wita kami menemukan tumpukan kayu itudi So Madafanda sebanyak 2,5 kubik,” katanya menjawab Suara NTB.

Barang bukti tersebut ditemukan di lahan warga tak jauh dari lokasi penemuan kayu sebelumnya, namun posisinya berserakan ditengah lahan. Ketika berusaha meminta keterangan beberapa orang warga sekitar tak ada satupun yang mengetahui pemiliknya. Untuk itu kayu jenis sonokeling itu terpaksa diamankan sebagai barang bukti.Terlebih pengembangan kasus untuk menangkap pelaku-pelaku yang masih berkeliaran bebas saat ini.

“Karena diketahui kayu ini jenis sonokeling yang dilarang untuk ditebang maka kami amankan, masyarakat pun tidak ada yang mengatahui pemiliknya,” jelas Kasim.

Kasim menambahkan berdasarkan hasil pendataan diperkirakan kayu yang diamankan itu lebih kurang jumlahnya 2,5 kubik,baik yang berbentuk glondongan maupun balok. Sementara tindak lanjutnya langsung dikoordinasi dengan intansi terkait, terutama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk kepentingan penyelidikan.

“Kita laporkan ke Komandan Atas dan koordinasi dengan instansi terkait,” pungkasnya. (jun/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here