Penembakan Polisi di Bima, Kapolres KSB Minta Anggota Perkuat Pengamanan

Taliwang (Suara NTB) – Kasus teror yang terjadi di Penatoi Kota Bima dimana dua anggota Polres setempat ditembak oleh orang tidak dikenal terus diatensi supaya tidak terjadi di Sumbawa Barat. Hal tersebut akan dilakukan dengan memperketat pengamanan di Mako dan menginstruksikan kepada anggota untuk tetap menggunakan body system ketika melakukan patroli.

“Saya sudah instruksikan kepada semua anggota yang bertugas di penjagaan untuk bisa melakukan pengamanan ekstra di Markas komando (Mako). Sementara terhadap anggota yang melakukan patroli saya sudah minta untuk bisa dilakukan minimal dua orang setiap akan melakukan patroli. Ketika ada kejadian, minimal bisa saling bantu dan memberikan informasi,” ungkap Kapolres Sumbawa Barat AKBP Andy Hermawan,  SIK kepada Suara NTB, Senin, 11 September 2017.

Iklan

Dikatakan Kapolres, meskipun sampai dengan saat ini belum ada geliat yang mencurigakan kaitannya dengan aksi tersebut (aksi teror). Dia tetap akan mengingatkan anggota untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dini terhadap aksi-aksi tersebut. Selain itu, patroli rutin anggota di masyarakat juga akan terus ditingkatkan sebagai salah satu cara untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jangan pernah lengah dengan kondisi kita yang sudah aman saat ini, melainkan tetap meningkatkan kewaspadaan,” ungkapnya. Seraya berharap juga kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan orang yang belum dikenal. Apabila ada orang asing, baik itu orang yang menyewa kos ataupun yang lainnya untuk bisa diawasi. (ils)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional