Pendukung Capres dan Cawapres Diminta Tak Terprovokasi Hasil “Quick Count”

Ketua KPU Lotim,  M. Junaidi (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengimbau pendukung masing-masing pasangan calon untuk pemilihan presiden (pilpres) agar tidak terprovokasi dengan hasil quick count yang dikeluarkan oleh sejumlah lembaga survei. Masyarakat sebaiknya menunggu hasil resmi yang dikeluarkan oleh KPU RI selaku penyelenggara pemilu.

Demikian disampaikan Ketua KPU Lotim, Dr. M. Junaidi, dikonfirmasi, Rabu,  17 April 2019 malam.  Disebutkannya hingga saat ini KPU masih fokus bekerja sesuai mekanisme dan undang-undang yang ada. Begitu juga untuk PPK dan PPS untuk tetap bekerja secara profesional. “KPU sedang fokus menghitung di tingkat KPPS yang dikawal oleh PPS dan PPK. Masyarakat kita minta tetap tenang,” ujar Junaidi.

Iklan

Disampaikan lebih jauh, pleno rekapitulasi terakhir  tingkat nasional akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2019. Sedangkan untuk mengetahui tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Lotim sekitar tanggal 7 Mei 2019.

Terkait banyaknya masyarakat yang tidak mendapat surat panggilan. KPU memandang dan menyatakan jika proses berjalan dengan baik. Adapun kendala di lapangan khusus di tingkat PPS dan KPPS dapat mengisi form C2 tentang kejadian khusus, sehingga kejadian pada TPS tersebut dapat terekam di form C2. Form C2 dapat dicatat oleh KPPS dan panwas TPS terkait hal-hal atau prosedur yang tidak diinginkan. Namun sampai saat ini pengisian C2 tersebut tidak ada.

Bahkan, lanjut Junaidi, banyak C6 yang dikembalikan karena banyak ditemukan pemilih terdaftar di DPT. Kemudian ketika dibawa C6 ke alamatnya, namun banyak ditemukan. Kasus ini terjadi di beberapa TPS, sampai ratusan C6 terjadi seperti di Kecamatan Masbagik. Maka dari itu, C6 yang kembali akan dimasukkan dalam D-C6 sebagai alat kontrol. Dijelaskannya, terdapat ada tiga jenis pemilih, pemilih terdaftar dalam DPT, DPTb, DPK. Apabila terdaftar dalam DPT, maka mendapat surat panggilan memilih berupa C6, DPTb A5, DPK menggunakan E-KTP dan suket perekaman E-KTP.

“Pleno rekapitulasi di kecamatan tanggal 18 April sampai 14 Mei. Untuk 1 sampai 200 TPS rentan waktu selama 5 hari. Dari 201 sampai 400 TPS rentan waktu 10 hari. Sementara untuk di Lotim, TPS terbanyak di wilayah Kecamatan Aikmel dengan jumlah 326 TPS maka mendapat rentan waktu 10 hari,”jelasnya. (yon)