Pendistribusian Kartu Tani Baru 17,75 Persen

Zakaria. (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Penyaluran Kartu Tani di Kabupaten Sumbawa hingga kini belum rampung. Hingga September lalu yang sudah terdistribusi baru sekitar 17,75 persen.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Pupuk Pestisida dan Alsintan, Zakaria, SP menyampaikan jumlah RDKK untuk 24 kecamatan sebanyak 120.811. Yang sudah tercetak sebanyak 43.738 atau sekitar 36,20 persen dan terdistribusi sebanyak 25.207 atau sekitar 17,75 persen.

Iklan

“Dari seluruh total 24 kecamatan, persentase cetaknya baru 36 persen, persentase pendistribusian baru 17,75 persen dari 222 pengecer. Sementara EDC yang terpasang dari 222 pengecer baru 57 dan belum ada EDC 165,” ujarnya.

Dijelaskannya, yang belum tercetak sekitar 70 ribu lebih. Kendalanya karena kartu tidak dicetak di Sumbawa tetapi dilakukan di pusat. “Ketika kita koordinasi dengan bank, jawabannya belum datang dari pusat. Sisanya masih belum tercetak,” terangnya.

Pihaknya tetap berkoordinasi untuk mempercepat proses kartu tani ini. Sehingga segera didistribusikan kepada petani. Tetapi kalaupun kartu tani sudah dibagi, ketika EDC belum terpasang di agen atau pengecer juga tidak bisa digunakan. Begitu pula kalau EDC sudah ada, jika kartu belum diinjeksi juga tidak bisa.  Meskipun demikian, petani yang belum memegang kartu, solusinya menggunakan blanko khusus dari Kementerian untuk melakukan penebusan pupuk. Selama petani tersebut masuk dalam E-RDKK.

“Jadi petani tetap bisa menebus pupuk kalaupun kartu tani belum mereka pegang. Itu solusinya menggunakan blanko khusus dari Kementerian, yang penting mereka sudah masuk ke E-RDKK. Kalau diluar E-RDKK tidak bisa. Untuk mendapatkan blanko ada di kecamatan masing-masing, di pengecer sudah ada. Jadi petani kita tidak kesulitan,” pungkasnya. (ind)