Dosen Ahli Peternakan Seluruh Dunia Gelar Pertemuan di Unram

Ilustrasi Pertemuan (PxHere)

Mataram (Suara NTB) – Berbagai masalah dunia terkait dengan dunia peternakan dan hewan jadi atensi pertemuan seluruh dosen ahli di bidang peternakan pada bulan Juni 2020 mendatang. Pertemuan itu akan dilakukan melalui seminar internasional yang digagas Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) dengan Massey University.

Kepada Suara NTB, Kamis, 13 Februari 2020, Dekan Fakultas Peternakan Unram Dr. Ir. Maskur, menegaskan ancaman atas kebijakan silang kawin hewan ternak asli dengan hewan ternak yang didatangkan dari berbagai dunia sangat mengancam keberadaan hewan dan ternak asli di dunia.

Baca juga:  Mahasiswa Galang Penolakan, Wakil Rektor Unram Tebar Ancaman

Menurutnya, saat ini dengan didukung kebijakan pemerintah tersebut, justeru dikhawatirkan berdampak pada punahnya hewan ternak asli. Sebagai contoh, Sapi Bali jika dikawin silang dengan Sapi dari luar negeri, maka lama kelamaan ancaman kepunahan terhadap hewan ternak asli bisa saja terjadi. Untuk itulah, kegiatan seminar internasional Indegenious Fam Animal akan digelar. “Nanti bicara dengan strategi peternakan bagaimana meningkatkan produktivitas tanpa silang kawin,” ujarnya.

Pada kegiatan seminar internasional itu nantinya akan dibahas pola efektif untuk mencegah terjadinya ancaman kepunahan pada hewan ternak lokal ini. Ancaman ini sangat nyata mengingat masifnya keinginan pemerintah untuk memperbanyak produktivitas hewan ternak setelah dilakukan kawin silang.  “Harus dikonservasi agar tidak punah,” ujarnyha.

Baca juga:  Butuh Banyak Pemasukan, Unram Izinkan Ritel Modern Beroperasi di Rumah Sakit

Pihaknya justeru khawatir, dengan kebijakan tersebut akan berdampak pada hilangnya varietas lokal yang asli pada hewan ternak ini. Tentunya hal demikian harus dihindari agar jangan sampai anak cucu ke depan tidak mengetahui adanya hewan ternak lokal.

“Persilangan ini sangat berbahaya agar tidak hilangkan ternak asli. Ancamannya anak-anak cucu kita tidak tahu hewan ternak asli,” tambahnya.

Baca juga:  Dua Tahun Pimpin Unram, Rektor Gelar Diskusi Refleksi

Selain itu jika dilihat dari aspek yang lain, hewan ternak lokal sesungguhnya mempunyai keunggulan genetik dibandingkan dengan hewan luar negeri. Meski dari segi ukuran, hewan ternak lokal sangat kecil-kecil. Namun jika dilihat dari segi produktivitas, Sapi Bali sebagi contoh setiap tahun beranak. Hal demikian sangat sulit terjadai pada hewan ternak luar negeri.

“Melalui seminar ini nantinya kita bahas struktur pengembangan. Ini jadi isu internasional. Padahal masing-masing kita punya keunggulan. Kalau tidak dilakukan strategi dengan pengembangan yang tepat bisa saja bisa punah,” ungkapnya. (dys)