Siswa SMPN 5 Woja Manfaatkan Jam Olahraga untuk Perbaiki Pagar Sekolah

Siswa SMPN 5 Woja saat gotong royong membuat pagar sekolah dari kulit kayu, Kamis, 23 Januari 2020.(Suara NTB/SMPN 5 Woja)

Dompu (Suara NTB) – Robohnya pagar sekolah yang lapuk termakan usia di SMPN 5 Woja Desa Mumbu, masih belum tertangani. Karenanya, sekolah terpaksa menyita jam olahraga siswa untuk gotong royong melakukan perbaikan. Itupun hanya dengan memafaatkan kulit kayu bekas olahan pengusaha.

Wakasek Kurikulum SMPN 5 Woja, Diaul Anhar, S.Pd., dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 23 Januari 2020 menyampaikan, perbaikan pagar sekolah dengan memanfaatkan kulit kayu bekas olahan pengusaha meubel ini terpaksa dilakukan sebagai alternative sementara. Sebab kondisinya yang menganga buat ternak yang dilepas liar warga sekitar bebas keluar masuk lingkungan sekolah, sehingga mangganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa.

Baca juga:  Gubernur Lantik 260 Jabatan Fungsional

“Karena sampai sekarang kondisi pagar sekolah kita ini tidak ada perhatian, ya terpaksa kita perbaiki dengan memanfaatkan kulit kayu,” ungkapnya.

Baca juga:  Pelajar Diimbau Tak Rayakan Hari Valentine

Bangunan pagar sekolah tersebut, lanjut dia, roboh termakan usia dengan panjang 0 meter pada Agustus 2019 lalu. Upaya koordinasi pernah dilakukan, namun nyatanya tidak ada tindaklanjutnya hingga awal tahun 2020 ini.

Atas sikap instansi terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) itu, pihaknya kemudian beriniasiatif memanfaatkan setiap jam olahraga siswa untuk gotong royong memperbaiki pagar yang sudah roboh. Meski cukup sederhana, setidaknya alternatif itu bisa membuat siswa fokus dalam  menerima mata pelajaran.

Baca juga:  Pengisian Kepala SD-SMP Tunggu Hasil Koordinasi dengan Kemendagri

“Kita gotong royong saat jam-jam olahraga saja, sambil menunggu mungkin nanti ada perhatian dari Dikpora,” ujarnya.

Kepala Bidang Dikdas Dikpora Kabupaten Dompu, Zainal Afrodi, S.Pd., M.Pd yang berusaha dikonfirmasi persoalan tersebut via telepon, hingga sore kemarin tak dapat terhubung. (jun)