Lebih Dekat Dengan Andria, Perempuan Peraih Doktor Termuda dari FH Unram

R.A. Andria Jayanti (Suara NTB/ist)

R.A. Andria Jayanti patut menjadi contoh bagi anak muda saat ini. Di usia yang masih sangat muda, Andria berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum setelah mampu mempertahankan disertasi berjudul “Model Perlindungan Hukum terhadap Pemegang Izin Hak Pengelolaan Lahan untuk Investasi di Indonesia” di hadapan dewan penguji, Rabu, 22 Januari 2020.

Dalam sidang terbuka ujian disertasi yang dipimpin langsung Prof. H. Lalu Husni, hasil tim penguji menyatakan R.A. Andria Jayanti lulus dengan predikat cumlaude dengan raihan IPK 3,95. R.A. Andria Jayanti kini menjadi doktor ke 18 yang dimiliki program studi S3 Fakultas Hukum. Dia pun mencatatkan namanya sebagai lulusan doktor termuda pada Program Studi S3 Fakultas Hukum Unram.

Baca juga:  Marbot Masjid Berusia 60 Tahun Lulus Ujian Skripsi di Kampus UMMAT

Gadis cantik kelahiran Denpasar, 19 Agustus 1990 silam itu kini resmi menyandang gelar Doktor. Gelar akademik yang tidak mudah diraih karena dilaluinya dengan jalan yang berliku. Di tengah kesibukannya sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Wilayah Kerja Lombok Barat, Andria – sapaan akrabnya justru membuktikan diri bisa menyelesaikan kuliah lebih cepat dari waktu yang tersedia.

“Saya tahu bahwa menempuh pendidikan S3 bukanlah hal yang mudah, namun bukan hal yang tidak mungkin untuk diraih dengan niat, ketekunan, komitmen serta usaha,” katanya.

Baca juga:  BKOW NTB Masifkan Gerakan Pilah Sampah Berbasis Rumah Tangga

Bagi gadis yang memiliki hobi travelling, yoga, marathon, dan menulis ini, siapapun kita, apapun latar belakang, peluang kesuksesannya adalah sama. Apalagi kita hidup di dunia yang sama dan sama-sama memiliki, yang membedakannya hanyalah terletak pada cakrawala dalam melihat dunia.

“Jangan biarkan keterlenaan akan waktu muda memadamkan impian untuk membangun dan mengembangkan diri, menyebarkan ilmu, bermanfaat bagi sesama, dan mengabdi pada negeri,” ujarnya mengingatkan.

Dalam menjalankan segala ikhtiar, Andria mempunyai prinsip bahwa jika kita harus menolong diri sendiri dengan melakukan yang terbaik, agar pada akhirnya mampu menolong banyak orang”dengan pengalaman dan ilmu yang kita miliki. Termasuk, kata dia, anak muda jangan pernah membatasi diri untuk mewujudkan mimpi.

Baca juga:  Menteri PPA: Eksploitasi Harus Dilawan

“Misalnya saya terlalu muda untuk meraih kesuksesan di bidang pendidikan, karier atau lainnya. Saya ingin kembali mengingatkan generasi muda bahwa kita mampu untuk mewujudkan apapun impian kita, jangan dengarkan yang orang lain katakan, tetap fokus dengan tujuan kita. Jangan lupa untuk melatih diri untuk bersyukur, karena jiwa yang selalu bersyukur akan selalu terkoneksi dengan jalan Tuhan dalam hasil pencapaian dari sebuah proses kehidupan,” ungkapnya. (dys)