Nilai Kosong, 40 Peserta akan Tes Ulang UKG Non ASN

H. Aidy Furqan (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) non Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah diumumkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB. Peserta diberikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi sampai minggu lalu. Ada sebanyak 40 peserta yang nilainya kosong. Dinas Dikbud NTB memberikan kesempatan mereka mengikuti ujian ulang untuk UKG non ASN.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 21 Januari 2020 mengungkapkan, sebanyak 40 peserta akan mengikuti UKG non ASN ulang. Ia akan memastikan terlebih dahulu bersama tim untuk kepastian pelaksanaan ujian. “Kami berikan kesempatan ujian kembali, kami agendakan Februari, tapi kalau bisa di bulan Januari, maka bulan Januari ini dilaksanakan ujian kembali,” katanya.

Aidy mengatakan, ada dua pola ujian yang bisa dilaksanakan kepada 40 peserta tersebut yaitu mengumpulkan di satu Tempat Uji Kompetensi (TUK) atau mengikuti ujian melalui sekolah masing-masing secara online. “Kalau salah satu pola ini bisa kita lakukan, paling efisien, dia (peserta UKG non ASN) berada di sekolahnya sendiri, nanti ada proktor di sana, jawab langsung, bisa berikan waktu dua jam,” katanya.

Selain klarifikasi terkait nilai yang kosong, ada juga peserta yang mengklarifikasi masa kerja. Masa kerja turut memberikan kontribusi bagi nilai akhir peserta UKG non ASN. Aidy menekankan, pihaknya mengharapkan klarifikasi itu bagi masa kerja yang berpengaruh pada nilai akhir sesuai standar UKG, yaitu 65.

Seperti diumumkan sebelumnya, ketentuan terkait masa kerja yaitu peserta yang memiliki masa pengabdian 10 tahun atau lebih diberikan penambahan nilai 10 dengan nilai akhir UKG minimal 55,0. Sementara peserta yang memiliki masa pengabdian 6 tahun dan kurang dari 10 tahun diberikan penambahan nilai 5 dengan nilai akhir UKG minimal 60,0 .Sedangkan, peserta yang memiliki masa 1 sampai dengan 6 tahun atau kurang dari 6 tahun diberikan penambahan nilai 2 dengan nilai akhir UKG minimal 63,0.

Aidy belum bisa memastikan tanggal pasti bisa diberikannya SK penugasan bagi guru yang lulus UKG non ASN. Pihaknya masih merapikan klarifikasi dari peserta dan melayani peserta UKG non ASN yang nilainya masih kosong. “Tahapan konfirmasi dan klarifikasi kami di Dikbud, kami merapikannya dulu, baru kami umumkan hasilnya, dan skor akhirnya berapa, sembari kami melayani 40 orang yang kosong nilainya,” katanya.

Hasil UKG non ASN yang diumumkan sebelumnya yaitu dari 5.014 peserta yang mengikuti UKG non ASN jenjang SMA, SMK, dan SLB, sebanyak 1.165 dinyatakan lulus, sedangkan 3.849 orang dinyatakan tidak lulus. Hasil akhir itu sudah ditambah dengan lama masa mengabdi guru non ASN.

Hasil rekapitulasi data dari Dinas Dikbud NTB sebelumnya menunjukkan pada jenjang SMA, sebanyak 3.094 orang yang mengikuti UKG non ASN, sebanyak 660 orang yang lulus. Di jenjang SMK, sebanyak 1.782 orang yang ikut, sebanyak 454 orang lulus. Di jenjang SLB, sebanyak 138 orang ikut UKG non ASN, sebanyak 51 orang yang lulus. Dengan adanya klarifikasi dari peserta, maka hasil akhir jumlah peserta UKG yang lulus tersebut bisa berubah. (ron)