Tekan Angka Buta Aksara, NTB Masih Punya Banyak PR

Aidy Furqon (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Persoalan buta aksara masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang besar di NTB. Pasalnya, persentase angka buta aksara di NTB jauh di atas rata-rata nasional. Berdasarkan data BPS, sesuai Susenas Maret 2018, Angka Buta Aksara di NTB mencapai 12,58 persen. Sementara angka buta aksara di tingkat nasional tinggal 1,93 persen.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqon, M. Pd menjelaskan, pascapembagian kewenangan sektor pendidikan, Pemprov kesulitan melakukan pemetaan dan intervensi pengentasan buta aksara. Karena Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) sekarang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota.

‘’Kalau memprogramkan secara khusus di Dinas Dikbud nomenklaturnya tidak ada. Makanya saya berkeinginan rembug dengan kawan-kawan kabupaten/kota. Kita perlu cari solusi,’’ kata Aidy dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Selasa, 14 Januari 2020.

Berdasarkan data BPS sesuai hasil Susenas Maret 2018, angka buta aksara atau buta huruf di NTB sebesar 12,58 persen. Angka buta huruf pada lima kabupaten masih berada di atas 11 persen. Lima kabupaten yang masih tinggi angka buta huruf, yakni Lombok Tengah 18,58 persen, Lombok Barat sebesar 16,28 persen, Lombok Utara 16,09 persen, Lombok Timur 13,31 persen, Bima 11,6 persen.

Baca juga:  R.A. Andria Jayanti Raih Gelar Doktor Termuda Fakultas Hukum Unram

Kemudian lima kabupaten/kota angkanya di bawah  8 persen. Seperti Sumbawa 6,04 persen, Dompu 7,86 persen, Sumbawa Barat 4,97 persen, Kota Mataram dan Kota Bima masing-masing 5,96 persen dan 7,17 persen.

Berdasarkan jenis kelamin, angka buta aksara paling banyak di perempuan sebesar 16,58 persen. Sedangkan laki-laki sebesar 8,14 persen. Untuk angka buta aksara perempuan paling besar di Lombok Tengah sebesar 23,52 persen, Lombok Barat 22,02 persen, Lombok Utara 21,32 persen. Kemudian Lombok Timur 16,92 persen, Bima 15,56 persen, Dompu 10,33 persen, Kota Bima 9,28 persen, Kota Mataram 8,76 persen, Sumbawa dan Sumbawa Barat masing-masing 8,04 persen dan 6,12 persen.

Baca juga:  Kepsek Diminta Fokus Persiapkan Siswa Hadapi UN

Sedangkan laki-laki yang paling banyak buta aksara di Lombok Tengah sebesar 12,73 persen, disusul Lombok Utara 10,46 persen dan Lombok Barat 10,07 persen. Kemudian Lombok Timur 8,84 persen, Bima 7,5 persen, Dompu 5,39 persen, Kota Bima 4,92 persen, Sumbawa 4,11 persen, Sumbawa Barat 3,84 persen dan Kota Mataram 3,03 persen.

Menurut Aidy, perlu ada solusi untuk mengentaskan buta aksara di NTB. Apakah melalui Peraturan Gubernur (Pergub) atau Peraturan Daerah (Perda). Karena sekarang kewenangan pendidikan jenjang PAUD dan Dikmas berada di kabupaten/kota.

Apabila ada Pergub atau Perda, maka persoalan buta aksara ini akan bisa dituntaskan. ‘’Supaya jangan ini  saja jadi masalah terus. Seperti diketahui angkanya masih tinggi  dan itu sudah cukup lama (tidak diintervensi),’’ pungkasnya. (nas)