Ribuan Guru Tidak Tetap SMA/SMK Pemprov NTB akan Diangkat Jadi P3K

0
11
Rusman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Rusman, SH, MH mengaku mendapatkan informasi dari Kemendikbud bahwa Guru Tidak Tetap (GTT) atau guru honorer SMA/SMK akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Hal ini menjadi angin segar bagi ribuan GTT SMA/SMK/SLB yang ada di NTB.

‘’Ada planning yang saya dapat informasinya bahwa semua Guru Tidak Tetap itu akan menjadi P3K. Itu informasi saya dapat dari kementerian (Kemendikbud).  Harapan kita seperti itu dari dulu,’’ kata Rusman dikonfirmasi usai peringatan HUT Korpri Tahun 2019 di Halaman Bumi Gora Kantor Gubernur, Jumat, 29 November 2019.

Ia menyebut,  ada sekitar 7.200 guru honorer yang berada di SMA/SMK Negeri di NTB. Dari jumlah itu sebanyak 205 orang sudah lulus seleksi P3K awal tahun ini. Kemudian ada 1.164 orang yang lulus Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilaksanakan Dinas Dikbud 2018 lalu. Tetapi SK pengangkatannya sebagai guru non PNS baru keluar 2019 ini.

Selama ini, kata Rusman ada tiga skenario yang dilakukan Pemprov terkait guru honorer. Pertama, mendorong mereka menjadi CPNS ketika ada pembukaan seleksi. Kedua, mendorong mereka ikut seleksi P3K dan ketiga melalui UKG.

Setelah keluarnya SK pengangkatan seribuan guru non PNS beberapa waktu lalu. Rusman mengatakan, Dinas Dikbud kembali berencana melakukan UKG. Tetapi dengan adanya angin segar dari Kemendikbud yang akan mengangkat GTT menjadi P3K, pihaknya masih mempertimbangkan pelaksanaan UKG tersebut.

‘’Kita masih pertimbangkan UKG tahun ini. Atau menunggu kebijakan kementerian dulu (mengangkat GTT jadi P3K),’’ katanya.

Dalam APBN 2020, Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran untuk penggajian P3K di NTB sebesar Rp116,32 miliar. Anggaran untuk penggajian P3K tersebut masuk dalam Dana Alokasi Umum (DAU). Dalam salah satu item DAU 2020, ada bantuan pendanaan untuk penggajian P3K di seluruh Pemda di Indonesia, termasuk NTB.

  Rekrutmen November, Gaji Guru Honorer SMA/SMK Dialokasikan Rp 60 Miliar

Dengan rincian, Pemprov NTB Rp17,255 miliar, Kabupaten Bima Rp8,062 miliar, Kabupaten Dompu Rp7,721 miliar, Lombok Barat Rp9,009 miliar, Lombok Tengah Rp17,716 miliar, Lombok Timur Rp15,379 miliar, Sumbawa Rp12,281 miliar, Kota Mataram Rp9,395 miliar, Kota Bima Rp5,466 miliar, Sumbawa Barat Rp7,847 miliar dan Lombok Utara Rp6,189 miliar. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here