Bangunan SDN Burhana Roboh

Kepala SDN Burhana Lalu Sotong Suardi menunjukkan ruangan kelas yang roboh. (Suara NTB/ris)

Praya (Suara NTB) – Gedung SDN Burhana Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tiba-tiba roboh, Senin, 9 Desember 2019 lalu sekitar pukul 14.00 Wita. Untungnya tidak ada korban jiwa atau korban luka-luka pada saat terjadinya peristiwa tersebut. Saat ini, pihak sekolah mengharapkan agar gedung sekolah yang roboh tersebut segera diperbaiki.

Kepala SDN Burhana Lalu Sotong Suardi, S.Pd kepada Suara NTB Selasa, 10 Desember 2019 menuturkan, bangunan SDN yang roboh hanya satu ruang kelas, namun dua ruang kelas lainnya yang merupakan satu kesatuan bangunan dalam kondisi rusak parah. Terlihat dinding bangunan di tiga ruang kelas rudah miring. Begitu juga tiang-tiang bangunan lainnya sudah sangat tidak layak pakai, karena struktur bangunannya yang rapuh.

Ia mengatakan, selama beberapa bulan terakhir memang tiga unit ruang kelas yang ada di SDN tersebut sudah dikosongkan, karena sangat berisiko. Proses belajar mengajar dialihkan ke ruang kelas yang lain, sehingga pihak sekolah terpaksa harus membagi jam masuk sekolah. Ada siswa yang masuk pagi serta ada yang masuk siang.

“ Yang masuk siang itu siswa kelas III serta kelas V, sementara yang masuk pagi itu siswa kelas I, II, IV serta kelas VI” kata Lalu Sotong.

Ia mengatakan, gedung SDN Burhana mulai berisiko akan roboh sejak gempa Lombok tahun 2018 lalu. “Memang sebelum parah, kita masih tempati. Kita sudah lapor ke dinas, takut kondisinya semakin parah, foto-fotonya sudah kita kirimkan. Disarankan tidak usah pakai gedung ini,” tambahnya lagi.

Ia berharap agar tiga ruang kelas yang dalam kondisi rusak parah ini direhab secara total agar semua siswa dapat belajar dengan nyaman. Terlebih saat ini banyak gedung yang baru dibangun memiliki struktur tahan gempa, sehingga diharapkan struktur bangunan SDN di sana memiliki struktur tahan gempa.

Total jumlah siswa di SDN Burhana sebanyak 108 siswa. Saat ini seluruh siswa menggunakan empat ruangan yang terdiri dari tiga ruang kelas serta satu bangunan rumah dinas di lingkungan SD tersebut yang digunakan sebagai tempat belajar.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Loteng H. Sumum, M.Pd mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan laporan terkait dengan robohnya SDN Burhana ini ke Kementerian Pendidikan. Sebelum robohnya bangunan sekolah ini, pihaknya juga sudah mengusulkan agar ini mendapat penanganan segera.

Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Loteng H.Lalu Muliawan mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan kepada pihak sekolah sejak awal untuk mengosongkan ruang kelas yang roboh itu karena kondisinya sangat berisiko untuk ditempati. Namun di tahun ini belum ada anggaran untuk merehab gedung sekolah tersebut. Baru nanti di tahun 2020 akan direhab sesuai dengan tingkat kerusakannya. (ris)