FKG PAI Provinsi NTB Gelar Manasik Haji

Manasik haji yang digelar FKG PAI Provinsi NTB di Asrama Haji Mataram, Selasa (3/12). (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Salah satu agenda tahunan yang sudah disusun Forum Komunikasi Guru (FKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Provinsi NTB adalah pelaksanaan praktik Manasik Haji Anak. Pelaksanaan manasik haji  dilaksanakan serentak oleh seluruh TK se Kota Mataram di Asrama Haji Mataram, Selasa, 3 Desember 2019.

Ditemui di akhir kegiatan Ketua FKG PAI Provinsi NTB Mutia Qanaah, S.Pd., menjelaskan manasik haji tahun ini diikuti 82 lembaga dengan peserta kurang lebih 2.000 anak. ‘’Tema dari manasik haji kali ini yaitu melalui manasik haji membangun karakter dan kecintaan anak Muslim terhadap Islam sejak dini,” ungkapnya

Mutia menuturkan untuk persiapan manasik haji tahun ini, kurang lebih dipersiapkan selama 2minggu. Pihaknya sangat berterima kasih kepada seluruh tim dan panitia yang terlibat, karena semangatnya acara dapat berjalan dengan baik dan lancer. Apalagi, tahun ini juga kami ada perbaikan sistem dan tata cara agar lebih tertib, dan mandiri, agar guru-guru juga lebih bisa proaktif membimbing peserta didiknya, karena dilakukan penilaian untuk kloter atau kelompok terbaik.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mataram Ir. Hj. Ririn Y. LW, sangat mendukung penuh kegiatan ini. Pihaknya mengapresiasi kegiatan manasik haji ini, karena pendidik bisa menanamkan karakter pada anak-anak. ‘’Dan yang terpenting adalah etikanya, dan pada kegiatan manasik haji ini karakter dan etikanya semua dapat, seperti budaya antre, disiplin, tanggung jawab, kerapian, kerjasama,’’ ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kementerian Agama NTB Drs. Haryadi Iskandar. Menurutnya,kegiatan ini sangat penting untuk anak-anak, karena kegiatan manasik haji merupakan ajaran agama, sehingga anak-anak bisa paham dan mengerti tentang proses-proses perjalanan ibadah haji. ‘’Tentu ini perlu untuk dilakukan dalam rangka penanaman  pemahaman keagamaan anak, sehingga kualitas keimanan mereka akan semakin meningkat,” ungkapnya

Haryadi berharap agar manasik haji ini tetap menjadi agenda tahunan FKG PAI Provinsi NTB dan volumenya akan bertambah. Selain itu, perlu juga untuk mengadakan acaranya serentak di seluruh kabupaten/kota di seluruh NTB, karena besar manfaatnya pada anak-anak. Pihaknya berharap semua orang tua dapat mendukung anak-anak untuk mengikuti kegiatan seperti manasik haji  ini.

‘’Dan harapan kepada pendidik selain kegiatan manasik haji ini juga dapat terfokus pada praktik-praktik ibadah yang lain. Contohnya salat dan zakat, karena semua itu merupakan bagian dari implementasi ajaran agama,” paparnya. (r)