Kondisi Kelas Sementara di SDN 4 Labuan Lombok Memprihatinkan

Beginilah kondisi kelas sementara di SDN 4 Labuan Lombok Kecamatan Pringgabaya. Kelas sementara ini dibangun setelah ruang kelas sebelumnya rusak total diguncang gempa tahun 2018 lalu. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB)  – Selama setahun terakhir ini, dampak gempa masih dirasakan oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Tak terkecuali di lingkungan pendidikan. Seperti di SDN 4 Labuan Lombok Kecamatan Pringgabaya, kondisi kelas sementara cukup memprihatinkan hingga membuat guru dan murid tak nyaman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Ditemui Suara NTB, Sabtu,  30 November 2019, Kepala SDN 4 Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya, Jannah, S.Pd, menyebutkan, jumlah ruang kelas belajar yang rusak sebanyak 7 lokal, 1 ruang guru dan 1 rumah dinas akibat gempa bumi tektonik yang terjadi pada tahun 2018 lalu. Sehingga dari pemerintah mendirikan kelas sementara dengan beratapkan asbes dan berdinding triplek. Hanya saja, kondisinya saat ini cukup memprihatinkan, sehingga dibutuhkan perhatian pemerintah untuk para murid dapat belajar lebih layak dan penidikan yang bagus.

Dikatakannya, murid yang belajar di kelas sementara itu dari kelas 1 hingga kelas 5. Pihak sekolah terus berusaha memberikan pendidikan yang terbaik kepada murid dengan berbagai cara. Akan tetapi dengan kondisi bangunan sekolah yang cukup memprihatinkan membuat para murid tidak fokus untuk menerima materi pembelajaran yang disampaikan oleh gurunya.

Di SDN 4 Labuhan Lombok memiliki murid sekitar 280 orang. Sehingga banyaknya jumlah siswa ini membuat pihak sekolah harus menggabung ruang belajar dari seharusnya dipisah. Seperti kelas 1 yang berjumlah 50 orang dari seharus dua kelas digabung dalam 1 kelas dengan kondisi ruangan cukup sempit di kelas sementara tersebut. Langkah ini untuk mengakomodir agar peserta didik mendapat pembelajaran langsung dari para guru.

“Ketidaknyamanan karena kondisi yang cukup panas. Belum nanti yang kita khawatirkan ketika datangnya musim hujan,” ungkapnya.

Jannah menambahkan jika kondisi ini sudah disampaikan ke pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim. Bahkan beberapa kali pihak dari Dikbud turun untuk melihat langsung fakta lapangan. Sehingga diharapkan sudah ada respons dari pemerintah sehingga dapat terealisasi bangunan RKB untuk ditempati. (yon)