Kementerian ESDM Bangun Politeknik Pertambangan di NTB

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat menerima kunjungan Kepala BPSDM Kementerian ESDM soal rencana pembangunan Politeknik Pertambangan di NTB, Senin, 11 November 2019 siang. (Suara NTB/ist)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memilih NTB sebagai salah satu lokasi pembangunan Politeknik Pertambangan di Indonesia. Kehadiran perguruan tinggi pertambangan itu dihajatkan agar anak-anak muda NTB tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri.

‘’Jadi pemerintah ingin bikin Politeknik Pertambangan. Salah satu yang akan dapat adalah NTB. Saya kira (ini)  wajar, (karena) tambang di sini banyak,’’ kata Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dikonfirmasi usai menerima kunjungan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ESDM di ruang kerjanya, Senin, 11 November 2019.

Menurut gubernur, ide pembangunan Politeknik Pertambangan di NTB sudah cukup lama. Dengan dipilihnya NTB sebagai salah satu lokasi pembangunan Politeknik Pertambangan di Indonesia, maka ide tersebut akan segera terwujud.

Pemerintah akan membangun masterplan dan visibility study (FS) tahun 2020 mendatang. Diharapkan, akhir tahun 2020, pembangunan Politeknik Pertambangan sudah mulai dilakukan. Menurut gubernur, pembangunan Politeknik Pertambangan ini sebagai ikhtiar agar anak-anak NTB tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri. ‘’Ini dalam upaya tidak lagi menjadikan anak NTB menjadi penonton di tempatnya sendiri,’’ ucapnya.

Terkait lokasi pembangunan Politeknik Pertambangan tersebut, gubernur mengatakan kemungkinan besar dibangun di Pulau Sumbawa. Karena tambang banyak berada di Pulau Sumbawa. Sedangkan di Pulau Lombok, sudah berdiri Politeknik Pariwisata. Di Pulau Lombok juga, kata gubernur, tambang dibatasi.

Keberadaan Politeknik Pertambangan ini, menurut Dr.Zul bukan hanya karena akan dibangun smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Tetapi keberadaan Politeknik Pertambangan ini untuk menyiapkan SDM dalam bidang pertambangan secara keseluruhan.

‘’Ini juga dalam menggesa adanya lembaga perguruan tinggi negeri di Pulau Sumbawa. Jadi, semuanya dapat. Politeknik Pertambangan ini  kan negeri dia,’’ katanya.

Ia menyebutkan, lahan yang dibutuhkan untuk lokasi pembangunan Politeknik Pertambangan tersebut sekitar 10 hektare. Menurut gubernur, Pemprov siap menyiapkan lahan yang dibutuhkan. ‘’Kalau di Sumbawa banyak tanahnya. Kita tidak susah mencari lahan,’’ tandasnya. (nas)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.