Kondisi SDN 4 Gumantar Memprihatinkan, Dikpora KLU Tangani Tahun 2020

Kondisi SDN 4 Gumantar yang tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. Dinas Dikpora KLU menjanjikan, tahun 2020, sekolah ini dibangun. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) merespon cepat kondisi SDN 4 Gumantar yang terancam tak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar saat musim hujan. Antara TAPD dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), sepakat untuk memprioritaskan sekolah di Dusun Tenggorong, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan itu untuk ditangani pada APBD 2020.

Sekretaris Dinas Dikpora Lombok Utara, Putradi, S.Sos., dikonfirmasi Senin,  4 November 2019 mengakui, sudah melakukan survei ke lokasi sekolah dimaksud pada tahun 2018 lalu. Dari pantauan lapangan, Dikpora sedianya akan menempatkan anggaran APBD 2019 untuk pembangunan RKB SDN 4 Gumantar.

“Ini (SDN 4 Gumantar) sudah kita programkan (pada APBD) 2020. Kemarin di 2019 itu, kenapa tidak teranggarkan karena itu sudah ada (donatur), rencanya akan dibangun oleh PMI,” ujar Putradi.

Mengetahui rencana PMI, Dikpora lantas mengalihkan anggaran SDN 4 Gumantar ke sekolah lain. Namun dalam perjalanannya di 2019, PMI juga tidak melakukan pembangunan sebagaimana dijanjikan. Sebaliknya, secara mekanisme anggaran, Dikpora tidak bisa mengalokasikan anggaran untuk sekolah tersebut, karena sudah terlambat (APBD 2019 sudah disetujui).

Menurut Putradi, Dinas Dikpora sudah menyimpulkan bahwa SD yang menampung murid 156 orang itu layak menjadi objek prioritas pembangunan pascagempa. Ia yang turun ke lokasi sekolah pun, prihatin dengan kondisi tersebut.

“Kesannya itu seperti ditinggal, tapi di 2020 sudah masuk. Untuk nominal belum tahu, sebab RKA kita belum tapi kita usahakan masuk,” tegasnya.

Dari hasil survei yang dilakukan, mantan guru SMAN 1 Tanjung ini menilai jika siswa dan guru sekolah setempat perlu dibangunkan RKB, ruang guru dan perpustakaan. Memastikan itu, pihaknya pun sudah berkomunikasi dengan TAPD Pemkab Lombok Utara guna sinkronisasi perencanaan anggaran.

“Mudah-mudahan ikhtiar kita di 2020 dilancarkan. Kalau hubungan komunikasi kita dengan TAPD bagus, kita bahkan dengan pak Kaban (Bappeda) menyampaikan kita sama-sama di tahun 2020 ini untuk Gumantar. Mudah -mudah di waktu yang tidak terlalu lama kita bisa mulai,” tandasnya.

Menjawab Banggar DPRD pada rapat pembahasan KUA PPAS sebelumnya, Putradi menolak anggapan tumpang tindih perencanaan, sehingga muncul sekolah-sekolah yang sudah dianggarkan tetapi tidak terealisasi. Ia mencontohkan, SDN 3 Gondang dan SDN 1 Teniga. Sekolah tersebut sedianya sudah dianggarkan pada APBD. Namun jelang pelaksanaan anggaran, muncul relawan yang bersedia membangunkan sekolah tersebut. Akhirnya DAK ditunda dan direncanakan untuk sekolah lain pada APBD-P maupun penganggaran APBD murni tahun berikutnya. (ari)