Penelitian di Sumbawa, Rektor UTS Gandeng Perancis dan Rusia

Rektor UTS, Andi Tirta bersama peneliti dari Rusia

Advertisement

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Dr. Andi Tirta, M.Sc akan menggandeng pengusaha Perancis dan Penelitis Rusia. Untuk pengelolaan air, pertanian, lingkungan termasuk limbah air rumah tangga di Sumbawa.

Hal itu disampaikan Andi Tirta, Senin, 21 Oktober 2019, usai kunjungannya ke Rusia menindaklanjuti kerjasama UTS dengan Moscow State University (MSU). Keberangkatannya bertujuan untuk meninjau serta memahami secara mendalam teknologi yang dimiliki perusahaan Scirpe, Perancis. Pasalnya teknologi perusahaan tersebut mumpuni, relatif, efektif dan efisien dalam pengelolaan limbah air rumah tangga.

Sementara kehadirannya di Perancis, juga merupakan undangan dan dukungan dari MSU yang pada bulan Agustus lalu telah menjalin kerjasama dengan UTS. Kegiatan ini juga termotivasi adanya dana hibah Pemerintah Rusia untuk penelitian jangka panjang yang sedang dikejar oleh UTS dan MSU di bidang produktivitas tanah, pengolahan air, dan pengembangan pertanian, peternakan dan lingkungan.

Rektor UTS juga sempat hadir dalam kegiatan diskusi ilmiah yang digelar di University of Lyon. Ia mendapat kesempatan untuk memperkenalkan UTS berikut potensi yang ada di Sumbawa.

Pertemuan antara Rektor UTS dengan Ketua Peneliti Rusia (Prof. Natalita Shchegolkova), Pengusaha Perancis (Philippe Michael) Rombongan Rusia (Valleri, Sergei, Angelica dan Tatnya di Perancis, telah direncanakan sejak pertemuannya di Rusia beberapa bulan lalu. Pada pertemuan ini disepakati rencana penelitian dan pengembangan yang akan dilakukan di Sumbawa, sebagai awal dan pusat kegiatannya.

Sejak hari pertamanya di Perancis, Rektor UTS langsung melakukan kunjungan ke dua titik pengelolaan limbah masyarakat Kota Lyon. Pada pertengahan November depan, akan datang 10 orang peneliti dari Rusia dan 2 orang  pengusaha dari Perancis ke Sumbawa. Kehadirannya untuk mendetailkan data hasil diskusi tentang potensi Sumbawa, sehingga didapatkan gambaran secara penuh dan menilik kondisi aktual Sumbawa.

Orang-orang cerdas tersebut juga akan menyasar kepada potensi pengembangan hasil pertanian, peternakan serta pengelolaan air di Sumbawa.

Sumbawa menjadi pusat riset dan pengembangan, disebabkan oleh iklim Sumbawa yang relatif panas sehingga teknologi ini bisa lebih optimal diterapkan. Apalagi belum banyak pembangunan di Sumbawa sehingga masih mudah untuk men-set up tata letak pengembangan riset, banyaknya potensi pengembangan pangan, air, peternakan dan lingkungan. (arn)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.