Yamaha Marine “Goes to School”, Ini Misinya

Yamaha Marine goes to school di SMK Negeri 3 Mataram

Mataram (suarantb.com) – Kaya akan pulau-pulau kecil, sektor maritim NTB menggeliat. Kebutuhan kendaraan mesin motor laut trennya meningkat. Disatu sisi, ketersediaan tenaga teknis masih jauh dari kebutuhan.

Selecta Jaya Marine, mempersiapkan SDM lokal mengisi peluang. Dealer resmi 3S (spare part, Sales, Sevice) Yamaha Marine di wilayah NTB menggelar program “Yamaha Marine Go To School” untuk pertama kalinya. Bekerjasama dengan SMK Negeri 3 Mataram. Membawa misi mulia ke sekolah.

Diantaranya, memperkenalkan kendaraan mesin motor laut / mesin tempel Merek Yamaha Marine. Memberikan kesempatan kepada peserta didik di bangku SMK terutama  jurusan teknik otomotif dan teknik mesin motor untuk program magang di dealer Yamaha Marine, serta memberikan kesempatan kepada  alumni untuk diberikan pelatihan dan kesempatan bekerja sebagai Mekanik Marine.

Membuat kesepakatan kerjasama antara dealer dan pihak sekolah untuk mewujudkan program-program tersebut agar ditemukan alur dan aturan yang baik menuju profesionalisme, sehingga dapat menjadi generasi muda yang handal dan siap bersaing di dunia kerja saat ini dan masa depan. Memberikan kesempatan training center mekanik Marine Yamaha di Indonesia maupun di Yamaha Motor Cooperation (Marine) di Jepang.

Yamaha Marine Go To School dilaksanakan Senin 21 Oktober, di aula SMK 3 Negeri Mataram. Lebih dari seratus siswa siswi SMK setempat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi pengetahuan umum penggunaan mesin tempel Yamaha (2 T dan 4T)

Pembicaranya dari Perwakilan PT. Karya Bahari Abadi (KBA) selaku Yamaha Marine Distributor Indonesia. Dari CV. Selecta Jaya Marine dan unsur dari SMKN 3 Mataram. Selain sosialisasi, juga berlangsung kegiatan tanya jawab terkait teknis, hingga peluang kerja.

Muhammad Rizky, General Manajer CV. Selecta Jaya Marine mengatakan, program goes to school ini untuk pengembangan mekanik/teknisi. Salah satu fasilitas penunjang adalah Yamaha Training Center di Bali.

Indonesia sebagai negara maritime membutuhkan tenaga teknisi yang tidak sedikit untuk kendaraan mesin motor laut, demikian juga di Nusa Tenggara Barat.

“Kita butuh tenaga teknis banyak. Kita lagi pengembangan dealer dan bengkel. Kebutuhan mekanik ini di marine sangat dibutuhkan dari segi jumlah dan teknisnya,” kata Rizky.

Khusus di Lombok, terdapat sebanyak 1.500 mesin, yang beroperasi di tiga gili di Lombok Utara, kemudian mesin-mesin yang digunakan resort, nelayan dan transportasi air lainnya. Belum lagi tambahan penjualan yang permintaannya naik. Dengan jumlah tersebut, dibutuhkan tenaga mekanik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada customer.

Tidak sampai di sekolah, kedepan Selecta Jaya Marine juga akan masih ke kampus-kampus.“Customer kita dari resort juga pengen ada mekanik tersendiri dari mereka. dari kegiatan ini kita bisa memfasilitasi kebutuhan mekaniknya,” demikian Rizky.

Ada tujuh bengkel lokal yang dibina di Lombok, itupun juga masih membutuhkan tenaga teknis tambahan. Peluang inilah yang harus diisi oleh SDM-SDM lokal.

Sementara Stefan Hans, Senior Service Trainer PT. KBA Yamaha Marine Distributor menjelaskan melalui kegiatan goes to school ini, para siswa di didik dan dikenalkan produk-produk Yamaha Marine. Sehingga pengetahuan tidak terbatas pada kendaraan-kendaraan motor darat. Selain mengedukasi, Yamaha Marine juga memfasilitasi lapangan pekerjaan di sektor maritime. Dari sisi teknis.

“Ada training center kita di Bali. Kita memberikan pengalaman-pengalaman untuk mempersiapkan SDM lokal,” demikian Stefan.

Sementara Kepala SMK Negeri 3 Mataram, Moh. Tauhid menyampaikan apresiasi kegiatan ini, harapannya akam terus berkelanjutan. Sosialisasi dan kerjasama ini diharapkan menjadi peluang bagi siswa – siswi SMK Negeri 3  Mataram lebih luas.

“Alhamdulillah, apalagi kedepan akan ada perekrutan. Kendaraan laut kebutuhannya tidak sedikit. Nanti alumni-alumni kita bisa mengisi peluang itu. kedepan kita akan jadikan materi tambahan kepada siswa,” demikian Tauhid. (bul)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.