Tempat KBM Bau dan Lapuk, Guru SDN Tambora Berharap Dibangun Sekolah Darurat

SDN Tambora (Suara NTB/dok)

Bima (Suara NTB) – Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, Drs. Zunaiddin, MM, menegaskan perbaikan gedung SDN Tambora akan diprioritaskan tahun 2020 mendatang.

“Sudah kita tindaklanjuti dan perbaikannya akan diprioritaskan tahun anggaran 2020,” katanya kepada Suara NTB, Senin,  14 Oktober 2019. Dikatakannya, Kepala Sekolah SDN Tambora, Basri S.Pd dan seorang operator sekolah bernama Sugeng Purnomo S.Pd telah dipanggil untuk membahas persoalan tersebut tersebut.

“Tadi pagi sudah bertemu. Dan saya sampaikan akan diperbaiki tahun 2020. Kami tadi juga meminta agar persoalan ini terus dan tetap dikawal,” katanya. Ia menegaskan, pihaknya bukankan tidak peduli dengan kondisi sekolah yang rusak. Namun pada saat itu belum menjabat sebagai kepala Dikbudpora. Laporan dan data yang diserahkan tidak diketahui.

“Kalau dari awal sudah dilaporkan tentu kita tindaklanjuti. Tapi sekarang baru saya tahu. Tapi yang jelas sekolah ini tetap kita prioritaskan,” katanya. Terpisah, Guru SDN Tambora, Sugeng Purnomo S.Pd membenarkan telah dipanggil dan bertemu dengan Kepala Dikbudpora Kabupaten

Bima, terkait persoalan sekolah tersebut.

“Tadi pagi saya dengan Kepala Sekolah sudah bertemu dengan Kepala Dinas. Soal sekolah yang rusak akan ditindaklanjuti dan jadi prioritas 2020,” katanya. Terlepas dari itu, Sugeng meminta kepada Dinas agar tidak sekedar memanggil serta berjanji untuk memperbaiki kondisi sekolah yang  rusak. Tapi harus dapat direalisasikan dalam bentuk nyata.

“Kami berharap tidak sekedar meminta data atau laporan. Tapi segera mungkin bisa ditindaklanjuti seperti direhab atau dibangun baru,” katanya.

Kalaupun perbaikannya menjadi prioritas tahun 2020 mendatang, Ia berharap bisa dibangun ulang. Karena kalau hanya direhablitasi akan percuma, mengingat kondisi sekolah rusak parah. “Hampir mau roboh. Kondisi bangunannya retak,” katanya.

Sebelum perbaikan juga, Sugeng juga berharap pemerintah daerah membangun sekolah darurat dengan menggunakan tenda. Mengingat bangunan tua peninggalan Belanda untuk KBM sementara, kondisinya sudah tidak layak. “Kalau bisa ada sekolah darurat. Karena tempat KBM sekarang bau dan sudah lapuk. Sudah 14 bulan KBM di bangunan tua ini karena kondisi sekolah yang rusak,” pungkasnya. (uki)