STP Mataram Gelar Seminar Nasional Pariwisata Berkelanjutan

Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, M.Hum., (ketiga dari kanan) berfoto bersama dengan pejabat yang mewakili Gubernur NTB dan pembicara The First Suistainable Tourism National Seminar di Hotel Lombok Vaganza, STP Mataram pada Sabtu (31/8). (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram menggelar The First Suistainable Tourism National Seminar atau Seminar Nasional Pariwisata Berkelanjutan, yang dilaksanakan di Hotel Lombok Vaganza, STP Mataram pada Sabtu, 31 Agustus 2019. Seminar itu menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. Tema yang digagas untuk seminar nasional pertama ini adalah pemulihan pascagempa: penguatan semangat seluruh Stakeholder untuk membangun Pariwisata Berkelanjutan.

Ketua Panitia Seminar Nasional STP Mataram, Lia Rosida, M.Dev.St., dalam laporannya mengatakan, seminar itu bertujuan untuk memberikan wadah kepada para ilmuan, akademisi, dan praktisi pariwisata Indonesia untuk menyampaikan hasil penelitian dan kajian mereka agar dapat memberikan sumbangsih pemikiran kepada pariwisata Indonesia. “Khususnya pariwisata Lombok yang saat ini masih dalam masa recovery untuk bangkit kembali paska gempa,” katanya.

Seminar ini diikuti oleh kalangan akademisi, peneliti, praktisi, dosen dan guru, mahasiswa serta pemerhati pariwisata dengan lima keynote speaker dari dalam dan luar negeri, yaitu Prof. Adrian Vickers dari The University of Sydney. Prof. Badaruddin Mohamed, M.Sc.,Ph.D., dari School of Housing, Building, and Planngin, Universiti Sains Malaysia. Paul Green, Ph.D., dari School of Social and Political Sciencs. Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Lit., dari Udayana University. Dan, Dr. Drs. Syech Idrus, M.Si., dari Mataram Tourism Insitute.

Selain itu ada sebanyak 56 papers dan 79 pemateri dari 21 institusi di seluruh Indonesia. sebanyak 95 peserta seminar dan 25 tamu undangan mengikuti kegiatan seminar nasional itu.

Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, M.Hum., dalam sambutannya mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir Suistainable Tourism atau pariwisata berkelanjutan telah menjadi isu global dan pusat perhatian bagi organisasi pariwisata dunia, pemerintah, media, praktisi, mau pun akademisi.

“Menggemanya isu ini sebagai refleksi dari kesadaran kita terhadap masifnya dampak negatif pariwisata, di samping besarnya manfaat dan kontribusi positif kehadiran pariwisata bagi hidup dan kehidupan kita,” ujar Halus Mandala.

Indonesia telah menerapkan konsep ini melalui Permenpar Nomor 14 tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang mengadopsi standar internasional dari Global Suistainable Turism Council (GSTC). Implementasi konsep Suistainable Tourism, kata Halus, merupakan pekerjaan besar, memerlukan waktu yang sangat panjang, perlu perjuangan yang berkesinambungan, serta komitmen yang kuat dari para stakeholders, setidaknya terhadap tiga hal yakni bidang ekonomi, SDM, dan lingkungan.

Sebagai wujud komitmen terhadap Suistainable Tourism, STP Mataram secara konsisten akan menyelenggarakan seminar internasional berkesinambungan, diselenggarakan setiap bulan Agustus dengan Suistainable Tourism sebagai tema besar.  Halus mengatakan, setiap tahun STP Mataram akan mengambil subtema kekinian. “Selanjutnya dipastikan seminar Suistainable Tourism ini akan berskala internasional sebagai calendar of event tetap,” katanya.

Gubernur NTB yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Aparatur, Hukum, Politik, dan Pelayanan Publik, Ir. H. Swahip, MT., mengatakan seminar nasional ini merupakan forum pembangunan pikiran yang perlu ditunjang dengan kegiatan yang mampu membangun jiwa, di mana pariwisata adalah salah satunya.

“Harapan saya, tentu acara ini dapat memberikan sumbangsih ide dan pikiran kreatif dan inovatif serta konstruktif dalam upaya percepatan pemulihan sektor pariwisata NTB, dalam rangka mewujudkan industri pariwisata NTB yang unggul dan berdaya saing,” kata Swahip. (ron)