Mengintip Catatan Mahasiswa NTB di Korsel

Euis Baiduri di Chodang University, Korea Selatan (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Peserta Program Belajar di Chodang University di Korea Selatan menampik kabar menyangkut penerima beasiswa yang telantar di negeri gingseng. Mereka merasa saat ini menjalani kehidupan yang normal dan nyaman. Penegasan serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi.

Euis Baiduri, salah seorang Mahasiswa Penerima Program Belajar di Chodang University di Korea Selatan menegaskan, saat ini mereka sama sekali tidak telantar. “Pada intinya, kami di sini sama sekali tidak ada yang ditelantarkan. Bahkan tidak telantar,” ujarnya, Rabu, 28 Agustus 2019.

Menurut Euis, kondisi mereka di Korsel saat ini baik-baik saja. Kehidupan yang mereka jalani juga berjalan normal. “Kami tinggal dengan nyaman di asrama, full Wi fi, asrama yang nyaman, makan yang teratur,” ujarnya dalam rilis yang diterima Suara NTB.

Ia menambahkan, beberapa peserta program belajar ke Korsel bahkan mengisi liburan mereka dengan mengambil pekerjaan paruh waktu. Sebagian lagi memilih untuk diam di asrama sambil menunggu waktu masuk kampus pada 2 September 2019 mendatang.

“Saya pribadi memilih di asrama, menikmati hari-hari dengan belajar buat persiapan ujian level bulan November depan. Sesekali jalan-jalan,” ujarnya.

Baca juga:  Gubernur : Belajar ke Luar Negeri Membangun Cara Pandang yang Luas

Menurutnya, saat ini kehidupan yang mereka jalani sangat bertolak belakang dengan kabar yang menyebutkan mereka ditelantarkan. Setelah mengetahui kabar ini, Euis juga menanyakannya ke rekan-rekannya dan mereka pun merasa tidak telantar.

“Kalau kehidupan, kami hidup nyaman. Kalau mengenai makanan dan sebagainya, kami biasa saja. Malah berat badan meningkat karena memang bahagia,” ujarnya.

Euis mengakui ada beberapa peserta yang akhirnya memilih tidak melanjutkan program belajarnya. Namun, itu bukan

karena mereka ditelantarkan. Melainkan, karena alasan personal. “Jadi benar-benar karena keinginan mereka yang tidak sanggup bertahan di sini,” ujarnya.

Euis menegaskan, sebagai sebuah kebijakan, Program Beasiswa NTB adalah sebuah program yang bagus dan patut didukung bersama. Program ini sangat membantu para pemuda/pemudi NTB yang ingin mengembangkan ilmu dan jejaringnya di luar negeri.

Penegasan ini disampaikan Euis sebagai tanggapan atas berkembangnya kabar yang menyebutkan adanya peserta program belajar ke Korsel yang ditelantarkan oleh Pemprov NTB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi selaku leading sector yang ikut menangani program pengiriman para tenaga kesehatan ke Korsel menegaskan, Pemprov NTB tidak pernah menelantarkan para penerima beasiswa tersebut.

Baca juga:  Alibaba Business School Siap Terima Mahasiswa NTB

“Jadi tidak ada yang ditelantarkan. Kalau ada yang menyebut bahwa kami menelantarkan, bisa dipastikan itu hoaks. Pemprov NTB tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan yang terjadi dalam proses pengiriman peserta program belajar ini,” tegas dr. Eka.

Menurut dr. Eka, yang menentukan keberhasilan dan kegagalan setiap peserta program belajar adalah, ketekunan dan kemauan untuk menghadapi persoalan yang muncul.

Yang jelas, ujarnya, ketika penerima program beasiswa mengalami kendala, Pemprov NTB akan berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan. Salah satu wujud perhatian Pemerintah Provisi NTB terhadap penerima beasiswa adalah, telah dianggarkannya bantuan beasiswa di Tahun Anggaran 2020 mendatang.

“Jadi kami di Pemprov NTB tetap berkeyakinan bahwa Program Beasiswa NTB adalah salah satu program mulia yang akan memberikan manfaat besar bagi daerah kita. Kalaupun ada kendala dalam pelaksanaannya, kita akan cari jalan keluarnya bersama,” tegasnya. (r)