Peduli Pendidikan, BRI Gelontorkan Bantuan Untuk Sarpras ke Sejumlah SLB

Penyerahan secara simbolis bantuan kepada SLB A YPTN Mataram di kantor Cabang BRI Mataram

Mataram (suarantb.com) – Pendidikan merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah, tak terkecuali bagi BRI yang merupakan Bank dengan jaringan kerja terbesar di Indonesia.

Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan, Bank BRI melalui program Bina Lingkungan (BL) mengucurkan bantuan sarana dan sarana pendidikan bagi Sekolah Luar Biasa (SLB) di seluruh Indonesia.

Penyerahan bantuan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Bersamaan dengan pelaksanaan apel peringatan hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 tanggal 17 Agustus 2019.

Ditemui seusai apel pengibaran Bendera Merah putih di lapangan parkir Kanwil BRI Denpasar, Pemimpin Wilayah BRI Denpasar yang mewilayahi Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Ida Bagus K. Subagia mengatakan, secara nasional BRI menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada 57 (lima puluh tujuh) SLB di seluruh Indonesia.

Untuk wilayah kerja Kanwil BRI Denpasar, Sabtu (17/8) diserahkan bantuan kepada 3 (tiga) SLB, baik di Pulau Bali, NTB, dan NTT. Ketiga SLB tersebut diantaranya, SLB N 1 Denpasar, SLB A YPTN Mataram, dan SLB Negeri Oelmasi Kupang.

Masing-masing SLB mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan sebesar Rp100 juta. “Jadi total yang diserahkan di wilayah kerja kami (Bali, NTB, NTT) sebesar Rp300 juta,” jelas Bagus.

Bantuan tersebut dapat digunakan untuk menunjang sarana dan prasarana pendidikan seperti pengadaan alat peraga pendidikan, perbaikan fasilitas penunjang pendidikan, dan lainnya.

Bagus berharap, bantuan ini dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di masing-masing SLB dan memberikan kenyamanan baik bagi pendidik maupun anak didik dalam proses belajar mengajar.

Di BRI Mataram, bantuan secara simbolis diserahkan oleh Hidayat Sampurna, kepada Kepala SLB A YPTN Mataram, Ahmad Fatoni. Ungkapan terimakasih disampaikan kepada BRI atas perhatiannya mendukung penambahan sarana dan prasarana pendidikan bagi SLB ini.

“Yang mendesak adalah alat-alat tunanetra. Misalnya reglet, tongkat mesin, dan brail. Alata-alatnya tidak murah dan harus beli di luar. Alhamdulillah, bantuan ini akan sangat bermanfaat,” demikian Fatoni. (bul)